Padang Dikepung Banjir, Ratusan Warga Dievakuasi, Dua Rumah Sakit Ikut Terendam

Sumatera Barat dikepung banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dari siang sampai sore hari, Senin (3/8/2026). (ist)
Sumatera Barat dikepung banjir akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dari siang sampai sore hari, Senin (3/8/2026). (ist)
Padang, fajarharapan.id – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sebagian besar wilayah Sumatera Barat sejak Senin (3/8/2026) siang memicu banjir di sejumlah kabupaten dan kota. Kota Padang menjadi daerah yang paling terdampak dengan belasan titik banjir, sementara genangan juga terjadi di Kabupaten Agam dan Padang Pariaman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat langsung mengerahkan personel ke lokasi terdampak untuk melakukan penyelamatan warga. Fokus utama petugas saat ini adalah mengevakuasi masyarakat yang terjebak banjir, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia.

Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengatakan laporan yang diterima sementara menunjukkan bencana tidak hanya berupa banjir, tetapi juga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang melanda beberapa wilayah.

“Di Kota Padang terdapat sekitar 15 titik banjir yang sedang dilakukan proses evakuasi. Selain itu, banjir juga terjadi di kawasan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, serta sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman,” ujarnya.

Menurut Ilham, hingga kini petugas belum dapat memastikan jumlah rumah maupun fasilitas umum yang terdampak. Seluruh tim di lapangan masih memprioritaskan penyelamatan warga sebelum melakukan pendataan kerusakan dan kerugian.

Di sejumlah lokasi di Kota Padang, banjir merendam kawasan permukiman dengan ketinggian air yang dilaporkan mencapai lebih dari satu meter. Kondisi tersebut membuat ratusan warga harus dievakuasi menggunakan peralatan penyelamatan karena arus air cukup deras.

Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah berada di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji. Petugas gabungan harus bekerja keras mengevakuasi warga yang masih bertahan di dalam rumah. Lansia, anak-anak, hingga warga yang sakit dievakuasi dengan cara digendong agar dapat melewati genangan dan arus banjir dengan aman.

Banjir juga mengganggu pelayanan kesehatan. Air dilaporkan masuk ke lingkungan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah di kawasan By Pass serta RSUD dr. Rasidin Padang. Genangan yang memasuki area rumah sakit sempat menghambat aktivitas pelayanan terhadap pasien dan tenaga kesehatan.

BPBD Sumatera Barat mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga yang tinggal di kawasan rawan banjir maupun daerah aliran sungai diminta segera mengungsi apabila debit air terus meningkat dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.(Ab)