Kota Pariaman – 15 Kepala Desa di Kota Pariaman, Sumatera Barat menanda tangani perjanjian kerjasama dengan Yayasan Al-Mughny tentang “Penyiapan Kader Hafiz Al-Qur’an, Imam, Khatib, dan Mubalig Desa”. Kerjasama ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan yang telah dilakukan sebelumnya antara Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Pariaman dengan Yayasan Al-Mughny.
Penandatanganan bertempat di ruang rapat Walikota, Balaikota, Selasa (5/5/2026), disaksikan Wali Kota Pariaman yang diwakili Asisten I Elfis Candra, dan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Al-Mughny Mukhlis Rahman, Ketua Yayasan Al-Mughny Jamohor, dan Kepala Kantor DPMD Ahadi Nugraha.
Elfis Candra mengucapkan terimakasih dan apresiasi dari Wali Kota Pariaman Yota Balad. Karena, Yayasan Al-Mughny sudah bersedia membantu Pemko Pariaman dalam menjalankan program unggulan (Progul) Pariaman RISALAH (Beriman, Sholeh dan Berakhlak) yang menjadi salah satu visi misi Balad-Mulyadi.
Yakni dengan cara menjalin kerjasama dengan Desa-Desa di Kota Pariaman untuk mewujudkan pendidikan yang berkeadilan, merata, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pemko Pariaman dalam mengimplementasikan visi misi dan program unggulan dari Balad-Mulyadi. Sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan serta memakmurkan mesjid, juga pondok pendidikan Al’quran di Kota Pariaman,” ujar Elfis.
Menurut dia, dalam perjanjian kerjasama ini Kepala Desa harus langsung terlibat aktif dalam membangun nilai-nilai spiritual yang ada di Kota Pariaman ini. “Salah satu upaya dengan cara mengutus anak-anak kita yang ada di desa/kelurahan untuk masuk pada pendidikan keagamaan ini,” terang Elfis.
Ia menyatakan bahwa ini salah satu solusi untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan generasi muda kita ditengah-tengah badai digitalisasi yang sangat kuat saat ini.
Ia berharap, kedepannya kegiatan ini bisa terselenggara dan berjalan lancar, sehingga anak-anak kita nanti bisa menjadi generasi yang beriman, berakhlak, dan siap untuk menjadi seseorang yang dibutuhkan ditengah-tengah masyarakat terutama dalam syiar agama serta menjadi teladan masyarakat.
Sementara itu, Mukhlis Rahman mengatakan bahwa untuk pengembangan agama itu harus ada ikut campur tangan pemerintah. Tidak ada agama yang berkembang sukses tanpa campur tangan Pemerintah.
Oleh karena itu, ia menjalin kerjasama dengan Desa-Desa melalui Pemko Pariaman agar pendidikan keagamaan Al-Mughni ini.
“Sehingga semakin berkembang dan semakin banyak generasi muda kita di Kota Pariaman ini menjadi hafiz-hafidzah dan berakhlakul karimah,” harap Mukhlis Rahman.
Adapun 15 Desa yang telah menandatangani perjanjian kerjasama adalah, Pauh Barat, Cimparuah, Batang Tajongkek, Marunggi, Sikabu, Rambai, Sungai Kasai, Apar, Sikapak Timur, Koto Marapak, Cubadak Mentawai, Kampung Tangah, Rawang, Cubadak Air, dan Tungkal Selatan.(r-mak).







