Padang – Pemko Padang memberikan dukungan penuh terhadap rencana perayaan 50 tahun Museum Adityawarman yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bakhri, di Kantor Dinas Kebudayaan Sumbar yang berada di Jalan Samudera pada Selasa (28/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Syaiful Bakhri mengungkapkan bahwa peringatan setengah abad Museum Adityawarman akan mengangkat tema “Pusako ASEAN – Museum, Community, and Resilience.” Tema ini menyoroti peran museum tidak hanya sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai wadah interaksi dan kerja sama budaya di kawasan regional.
Ia menjelaskan, Museum Adityawarman saat ini menyimpan sekitar 60.000 koleksi, termasuk koleksi keramik yang menjadi salah satu daya tarik utama. Dengan jumlah tersebut, museum dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih luas, baik di tingkat daerah, nasional, hingga kawasan ASEAN.
Selain itu, berbagai kegiatan juga telah disiapkan untuk memeriahkan peringatan ini, seperti ASEAN Summit yang akan menghadirkan para akademisi dan praktisi, pameran berskala internasional yang melibatkan 11 negara ASEAN, hingga festival publik yang menggandeng komunitas, pelaku seni budaya, dan UMKM.
Rangkaian acara tersebut direncanakan mulai berlangsung pada Maret 2027, dengan puncak kegiatan digelar pada bulan yang sama. Pihak penyelenggara pun berharap dukungan maksimal dari Pemko Padang agar seluruh agenda dapat berjalan lancar.
Menanggapi rencana tersebut, Fadly Amran menilai kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Padang yang tengah dikembangkan sebagai kota kreatif. Saat ini, Pemko Padang juga sedang mempersiapkan langkah untuk mengajukan kota tersebut sebagai bagian dari jaringan kota gastronomi dunia yang diakui UNESCO.
Menurutnya, Museum Adityawarman memiliki peran penting sebagai saksi sejarah perkembangan Kota Padang, baik dari sisi seni, budaya, maupun kuliner. Keberadaan museum ini dinilai dapat menjadi salah satu penunjang dalam mewujudkan ambisi Padang sebagai kota gastronomi dunia.(des*)






