Solok — Yayasan Solok Muda Indonesia resmi melantik kepengurusan baru sekaligus mengadakan rapat kerja untuk periode 2026–2028.
Kegiatan yang digelar di Palanta Rakyat, Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Solok, pada Sabtu (18/4/2026) tersebut menjadi langkah awal penentuan arah strategis organisasi dalam memperkuat peran pemuda di kawasan Solok Raya.
Ketua Yayasan Solok Muda Indonesia, Bintang Marselino, menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru diharapkan dapat menghadirkan semangat kerja sama serta inovasi dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di daerah.
Dalam struktur kepengurusan yang baru, Ahmad Fajar Mubarak dipercaya sebagai Direktur Eksekutif, didampingi Fadhila Hauzani sebagai Sekretaris Jenderal. Sementara itu, Nadira Althoof ditunjuk sebagai Direktur Badan Usaha Solok Muda.
Bintang juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli, atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan pelantikan dan rapat kerja dapat terlaksana dengan baik.
Pembina Yayasan Solok Muda, Khairul Muffaddal, menegaskan bahwa organisasi kepemudaan perlu menghadirkan gagasan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, organisasi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi wadah lahirnya solusi.
“Solok Muda harus menjadi ruang tumbuhnya ide-ide besar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Solok Raya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Solok Muda, Ahmad Fajar Mubarak, menuturkan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada kerja sama tim serta menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan setiap program.
Dalam rapat kerja tersebut juga dirumuskan sejumlah program prioritas. Di antaranya Beasiswa Anak Nagari yang bertujuan membuka akses pendidikan bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu, serta program Nagari Binaan yang difokuskan pada pendampingan berkelanjutan di sektor pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Selain itu, organisasi ini juga akan mengadakan pelatihan kepemimpinan pemuda untuk meningkatkan kapasitas generasi muda, termasuk pemahaman kebangsaan dan kemampuan advokasi sosial.
Untuk memperkuat kemandirian, pengembangan unit usaha juga menjadi salah satu agenda utama. Program ini diharapkan tidak hanya mendukung operasional organisasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi berbasis potensi lokal bagi pemuda.
Dengan susunan kepengurusan baru serta program yang telah disiapkan, Yayasan Solok Muda Indonesia diharapkan dapat semakin berperan sebagai motor penggerak perubahan dan mendorong pembangunan sosial yang berkelanjutan di Solok Raya.(des*)






