Solok Selatan, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memastikan program sekolah gratis untuk jenjang SMA/SMK dan sederajat mulai diberlakukan pada tahun 2026. Kebijakan ini menjadi langkah strategis daerah dalam memperkuat akses pendidikan menengah sekaligus menekan angka putus sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan, Khairunas, saat memimpin Safari Ramadan Tim I di Masjid Nurul Iman, Jorong Taratak Tinggi, Nagari Persiapan Pekonina, Kecamatan Pauh Duo, Sabtu (28/2/2026).
Dalam sambutannya, Khairunas menegaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Sinergi lintas pemerintahan dinilai penting untuk memastikan pembiayaan pendidikan menengah dapat digratiskan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Tahun ini sekolah tingkat SMA/SMK dan sederajat kita gratiskan. Tujuannya jelas, untuk meringankan beban orang tua agar tidak ada lagi anak Solok Selatan yang tidak melanjutkan sekolah atau bahkan putus sekolah,” tegasnya.
Menurutnya, investasi di sektor pendidikan adalah fondasi utama dalam menyiapkan generasi masa depan. Pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak Solok Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan kelak menjadi pemimpin, baik dalam lingkup keluarga maupun dalam skala kepemimpinan daerah.
Program sekolah gratis ini juga menjadi kelanjutan dari kebijakan Seragam Sekolah Gratis yang telah digulirkan sejak 2021. Awalnya menyasar siswa SD dan SMA, kini program tersebut telah menjangkau seluruh peserta didik baru lintas jenjang pendidikan.
Data pemerintah daerah mencatat sebanyak 99.934 stel seragam gratis telah dibagikan kepada siswa baru mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK dan MAN. Capaian tersebut menjadi indikator konsistensi komitmen Pemkab dalam mendukung pemerataan akses pendidikan.
“Kami yakin, tanpa pendidikan yang kuat, sebuah daerah tidak akan mampu bersaing dan berkembang,” tambah Khairunas, menekankan urgensi pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama pembangunan.
Selain penguatan pendidikan formal, pemerintah daerah juga melanjutkan program keagamaan Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz. Program ini terus menunjukkan perkembangan signifikan dengan semakin banyaknya rumah tahfidz yang berdiri, baik binaan pemerintah maupun swadaya masyarakat.
Saat ini tercatat sebanyak 432 rumah tahfidz telah beroperasi di berbagai wilayah Solok Selatan. Keberadaan lembaga pendidikan Al-Qur’an tersebut dinilai menjadi penyeimbang pembangunan karakter generasi muda, sejalan dengan penguatan pendidikan umum.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menegaskan dukungan penuh terhadap program prioritas pemerintah pusat melalui agenda Asta Cita Presiden, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di Solok Selatan sendiri telah beroperasi sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memberikan layanan pemenuhan gizi bagi pelajar.
Safari Ramadan Tim I ini turut dihadiri Ketua DPRD Solok Selatan Martius, anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Sekdakab Syamsurizaldi, para staf ahli bupati, para asisten, kepala OPD, perwakilan Bank Nagari, BPJS Kesehatan, Basarnas, instansi vertikal, PWI, serta sejumlah awak media. Kehadiran unsur legislatif dan eksekutif tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sektor pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Solok Selatan.(Sdw)






