Solok Selatan, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menegaskan komitmennya mempertahankan keutuhan wilayah administratif daerah di tengah mencuatnya isu perpindahan tiga nagari di Kecamatan Sangir Batang Hari ke Kabupaten Dharmasraya.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Solok Selatan, Dr. H. Syamsurizaldi, mewakili Bupati Solok Selatan, menyikapi berkembangnya informasi mengenai wacana perpindahan Nagari Lubuk Ulang Aling, Nagari Lubuk Ulang Tengah, dan Nagari Lubuk Ulang Aling Selatan.
Menurut Syamsurizaldi, pemerintah daerah menghormati seluruh aspirasi masyarakat, namun setiap usulan terkait perubahan wilayah administrasi harus mengikuti aturan dan mekanisme hukum yang berlaku.
“Pemerintah daerah tetap terbuka terhadap setiap masukan masyarakat, tetapi persoalan batas wilayah tidak bisa diputuskan secara sepihak. Semua harus melalui prosedur resmi dan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” ujar Syamsurizaldi, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, Pemkab Solok Selatan sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah nagari, tokoh adat, unsur Bamus, alim ulama, dan tokoh masyarakat guna membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
Dari hasil pertemuan itu, pemerintah tidak menemukan adanya musyawarah resmi di tingkat nagari yang membahas atau menyepakati perpindahan tiga wilayah tersebut ke daerah lain. Informasi yang berkembang selama ini disebut lebih banyak berasal dari media sosial dan pemberitaan yang beredar di masyarakat.
“Pemerintah ingin memastikan semua informasi yang berkembang dikaji secara objektif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” katanya.
Syamsurizaldi menegaskan, perubahan wilayah administrasi memiliki dampak luas karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik, pembangunan daerah, tata pemerintahan, hingga pengelolaan anggaran negara.
Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Pemkab juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, para Wali Nagari, Ketua Bamus, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta Camat Sangir Batang Hari turut menyampaikan sikap bersama yang menolak wacana perpindahan tiga nagari tersebut keluar dari wilayah Kabupaten Solok Selatan.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memastikan akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi sekaligus meningkatkan pelayanan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah.
“Kebersamaan dan persatuan masyarakat harus tetap dijaga. Pemerintah berkomitmen memperkuat pelayanan dan memastikan pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Solok Selatan,” tutup Syamsurizaldi.(Sdw)







