Kapuas  

Pasar Ramadhan 1447 H Resmi Beroperasi, Pemkab Kapuas Fasilitasi 60 Lapak UMKM Tanpa Biaya

Pasar Ramadhan 1447 H Resmi Beroperasi, Pemkab Kapuas Fasilitasi 60 Lapak UMKM Tanpa Biaya
Pasar Ramadhan 1447 H Resmi Beroperasi, Pemkab Kapuas Fasilitasi 60 Lapak UMKM Tanpa Biaya

Kuala Kapuas, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kapuas resmi mengoperasikan Pasar Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dipusatkan di kawasan Stadion Panunjung Tarung, Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas, Kamis (19/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kapuas, HM Wiyatno, sebagai bagian dari agenda tahunan dalam menyemarakkan bulan suci sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kerakyatan.

Pembukaan berlangsung sederhana namun penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Dodo, Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Ny. Hj. Siti Saniah Wiyatno, Ketua Panitia Budi Kurniawan, para kepala perangkat daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di kawasan stadion didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas dan kapasitas area yang dinilai representatif. Menurutnya, titik tersebut strategis karena berada di jalur yang mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kecamatan di Kuala Kapuas.

Ia menambahkan, Pasar Ramadan tidak hanya menjadi pusat penjualan takjil dan kuliner khas berbuka puasa, tetapi juga dirancang sebagai ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan memusatkan aktivitas ekonomi di satu kawasan, diharapkan terjadi peningkatan perputaran uang yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal.

Tahun ini, sebanyak 60 lapak disiapkan bagi para pedagang dan seluruhnya digratiskan hingga akhir Ramadan. Kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan konkret pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM agar dapat berjualan tanpa terbebani biaya sewa tempat.

“Fasilitas ini diharapkan mampu membantu pedagang meningkatkan omzet selama Ramadan. Pemerintah ingin memastikan UMKM mendapatkan ruang yang adil dan produktif untuk berkembang,” ujar Budi.

Panitia juga mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kapuas serta masyarakat umum untuk berpartisipasi aktif dengan berbelanja di Pasar Ramadan. Selain mendukung pelaku usaha lokal, pengunjung diminta menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan lingkungan pasar agar aktivitas jual beli berlangsung nyaman.

Sementara itu, Bupati HM Wiyatno dalam sambutannya menegaskan bahwa Pasar Ramadan bukan semata agenda seremonial tahunan, melainkan instrumen penggerak ekonomi rakyat. Momentum Ramadan, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Ia berharap kegiatan ini mampu menciptakan atmosfer Ramadan yang religius, tertib, dan harmonis. Selain menjadi pusat transaksi ekonomi, pasar tersebut juga diharapkan menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga.

Ke depan, Pemkab Kapuas berencana mengevaluasi pelaksanaan pasar tahun ini dan membuka peluang penyelenggaraan di beberapa titik lain agar manfaatnya lebih merata. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen daerah dalam mewujudkan visi Kapuas BERSINAR melalui penguatan sektor ekonomi berbasis kerakyatan.

Dengan dukungan semua pihak, Pasar Ramadan 1447 H diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman, tetapi juga menjadi model pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan di Kabupaten Kapuas.(Fjr)