Mulyadi Tekankan RKPD 2027 Dipacu Disiplin Pembangunan Kota Pariaman

Kota Pariaman – Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat mulai mengunci arah pembangunan. Tidak ada lagi ruang untuk program asal jalan atau kegiatan seremonial tanpa dampak. Melalui Orientasi Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, Pemko Pariaman menegaskan satu pesan keras. Perencanaan harus presisi, terukur, dan berpihak pada hasil nyata.

Kegiatan yang digelar Bappeda Kota Pariaman di Aula Balai Kota, Rabu (14/1/2026), dibuka langsung Wakil Wali Kota (Wawako) Pariaman Mulyadi dan dihadiri seluruh kepala OPD serta kasubag program di lingkungan Pemko.

Forum ini menjadi pintu awal menentukan wajah Pariaman dua tahun ke depan.Di hadapan jajaran birokrasi, Mulyadi berbicara tegas.

Ia menekankan bahwa RKPD 2027 bukan sekadar dokumen rutin tahunan, melainkan instrumen utama untuk memaksimalkan kinerja pemerintah daerah.

“Ini awal kita mempersiapkan diri. Semua harus terukur, jelas arah, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Mulyadi mengingatkan, penyusunan RKPD 2027 wajib sejalan dengan RPJMD, serta sinkron dengan visi-misi dan Program Unggulan Kepala Daerah, tidak hanya di tingkat kota, tetapi juga selaras dengan arah pembangunan Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat.

“Tidak boleh ada program yang berdiri sendiri. Semua harus nyambung, dari pusat sampai daerah,” tegasnya.

Ia juga menandai momentum penting kepemimpinan Yota Balad–Mulyadi yang kini memasuki tahun kedua. Menurutnya, berbagai visi, misi, dan program unggulan sudah mulai digerakkan. Mulai dari penguatan sumber daya manusia, penataan layanan publik, hingga pembangunan bidang keagamaan.

Namun ia mengingatkan, keberhasilan kepala daerah tidak berdiri sendiri. OPD menjadi ujung tombak yang menentukan apakah visi itu hidup atau hanya berhenti di atas kertas.

“Setiap OPD wajib menyusun program yang strategis, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Semua harus berakar pada RPJMD,” katanya.

Mulyadi menutup arahannya dengan penekanan penuh tanggung jawab kepada para kepala OPD dan kasubag program. Ia menuntut keseriusan, bukan sekadar hadir secara administratif.

“Saya yakin, di tangan bapak dan ibu semua, proses ini bisa ditindaklanjuti dengan baik. RKPD yang lahir nanti harus berisi program matang, bukan daftar kegiatan tanpa arah,” pungkasnya.

Orientasi ini sekaligus menjadi sinyal kuat. Kota Pariaman tidak ingin melangkah tanpa kompas. RKPD 2027 diposisikan sebagai peta jalan pembangunan. Bukan sekadar kewajiban birokrasi, melainkan janji kerja kepada publik.(mak).