Padang Pariaman – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bersama petugas gabungan tak memberi ruang pada lelah. Sejak bencana melanda, mereka terus berjibaku di lapangan, memastikan setiap bantuan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan.
Rantai penyaluran dipercepat melalui wali nagari dan camat di seluruh wilayah. Dari Gudang Transit Logistik Pendopo Bupati, setiap paket bantuan keluar dengan satu tujuan. Tidak ada satu pun warga terdampak yang terlewat.
Semua proses berjalan berdasarkan data By Name By Address (BNBA) untuk menjamin ketepatan sasaran. Setiap penyaluran dilengkapi SPTJM dan BAST, sehingga setiap wali nagari bertanggung jawab penuh atas distribusi di wilayahnya. Sistem ini dirancang untuk mencegah tumpang tindih, kesalahan sasaran, dan memastikan keadilan bantuan bagi seluruh korban bencana.
Kepala Dinas Sosial P3A, Siska Primadona, menegaskan bahwa seluruh mekanisme berjalan secara akuntabel dan terkoordinasi lintas unsur.
“Pemkab memastikan seluruh logistik diproses dengan mekanisme yang jelas dan akuntabel. Penyaluran dilakukan melalui perangkat nagari, camat, relawan, hingga OPD terkait, agar setiap bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.
Siska juga membantah keras isu penahanan atau perlambatan bantuan. Menurutnya, apa pun yang masuk ke gudang setiap hari langsung bergerak menuju titik-titik terdampak.
“Insya Allah semua bantuan disalurkan secara amanah. Tidak ada yang ditahan. Ini amanah yang wajib kami sampaikan tepat sasaran. Tim bekerja dari pagi hingga tengah malam demi memastikan warga menerima sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Dengan pola distribusi berbasis data, koordinasi lintas unsur, serta komitmen bekerja tanpa mengenal waktu, Pemkab Padang Pariaman berharap pemulihan pascabencana berjalan lebih cepat, terstruktur, dan menyentuh seluruh masyarakat yang tengah berjuang bangkit.(r-bay).






