Angka Stunting Pariaman Terjun Bebas, Tembus Terendah se-Sumbar ; Pemko Gaspol dengan Inovasi SINIMIL & SIKEKE

Kota Pariaman – Kota Pariaman kembali mencetak prestasi membanggakan. Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman mengikuti Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting 2024 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui zoom meeting di ruang rapat Bappeda, Rabu (1/10/2025).

Dalam forum yang diikuti panelis dari Bappeda, Dinkes, Dinas P3APPKB, DPMD, BKKBN, Persagi, hingga Hakli Sumbar, Pemko Pariaman menunjukkan capaian spektakuler: angka stunting turun drastis menjadi 15,7% pada 2024. Angka ini jauh di bawah rata-rata provinsi (23–25%) dan bahkan lebih rendah dari nasional (19,8%).

“Ini bukti nyata komitmen Pemko Pariaman. Dalam empat tahun terakhir, stunting berhasil ditekan dari 20,3% (2021) menjadi 15,7% (2024). Turun 4,6 poin, dan termasuk terendah di Sumbar,” ungkap Ketua TPPS Kota Pariaman sekaligus Plt Kepala Bappeda, Adi Junaidi.

Meski begitu, dua kecamatan masih menjadi perhatian serius: Pariaman Utara dan Pariaman Selatan dengan prevalensi stunting di atas 10%. Keduanya ditetapkan sebagai fokus utama intervensi dengan langkah yang lebih intensif, terintegrasi, dan berkesinambungan.

Kota Pariaman tidak hanya mengandalkan program nasional, tapi juga meluncurkan inovasi khas daerah untuk mempercepat penurunan stunting SINIMIL SANTIANG (Siap Nikah & Hamil Segera Cegah Stunting), mendampingi calon pengantin, ibu hamil, menyusui, dan balita sejak dini.

SIKEKE LANGSING (Sinergi Keroyok Kampung KB Lancarkan Penanganan Stunting), mendampingi keluarga berisiko stunting (KRS) dengan pendekatan kesehatan, administrasi, sanitasi, dan jaminan sosial berbasis digital.

Sepanjang 2024, tercatat 40 sasaran keluarga telah mendapat pendampingan langsung oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan 2.819 keluarga pasangan usia subur diverifikasi serta divalidasi melalui program Kampung KB.

Komitmen kuat ini dibuktikan dengan sederet penghargaan antara lain Universal Health Coverage (UHC) Awards dua tahun berturut-turut (2023–2024). Penghargaan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) untuk Puskesmas Air Santok dari Kemenkes. 7 Puskesmas di Kota Pariaman resmi berstatus Akreditasi Paripurna.

Dengan capaian pengukuran balita mencapai 99,74% (masuk 4 besar nasional), Pemko Pariaman semakin mantap menegaskan komitmennya: membangun generasi cerdas, sehat, dan bebas stunting melalui pendekatan lintas sektor hingga ke desa dan kelurahan.

“Semua capaian ini bukan akhir, tapi batu loncatan menuju Pariaman sebagai kota percontohan penurunan stunting di Sumbar bahkan nasional,” tegas Adi Junaidi.(r-mak).