Blog  

Puluhan Pelajar Diduga Keracunan Usai Santap Program Makanan Bergizi Gratis di Manggopoh, Agam

Pelajar dirawat di salah satu puskesmas diduga akibat makanan bergizi gratis di Manggopoh, Agam, Rabu 1 Oktober 2025.
Pelajar dirawat di salah satu puskesmas diduga akibat makanan bergizi gratis di Manggopoh, Agam, Rabu 1 Oktober 2025.

Lubuk Basung, fajarharapan.id – Sejumlah murid Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Nagari Manggopoh, Kampuang Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu siang.

Pemerintah Kabupaten Agam langsung bergerak cepat dengan menyiagakan lima unit ambulans di Puskesmas Manggopoh. Kendaraan tersebut disediakan untuk mengantisipasi kebutuhan rujukan pasien ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung maupun fasilitas kesehatan terdekat lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, menyampaikan bahwa ambulans yang ditempatkan di Puskesmas Manggopoh berasal dari beberapa puskesmas terdekat, termasuk Puskesmas Lubuk Basung, Puskesmas Tiku, serta dari RSUD Lubuk Basung.

“Ambulans sudah kami siagakan di lokasi agar sewaktu-waktu bisa digunakan bila pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit,” ujar Hendri.

Selain menyiagakan armada medis, Pemkab Agam juga menurunkan tim kesehatan baik di Puskesmas Manggopoh maupun di RSUD Lubuk Basung untuk memberikan layanan cepat kepada para pelajar yang terdampak.

“Upaya ini dilakukan agar seluruh pasien mendapatkan perawatan optimal, mulai dari tindakan pertama di puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit,” tambahnya.

Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan, terdapat 28 siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di sekolah. Para siswa tersebut berasal dari TK dan SD di Nagari Manggopoh dan Kampuang Tangah.

Gejala yang dialami mayoritas pasien berupa mual dan muntah. Orang tua yang mengetahui kondisi anak-anak mereka segera membawa ke Puskesmas Manggopoh untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setibanya di puskesmas, para siswa langsung mendapat penanganan dari tenaga medis yang sudah bersiap di sana,” jelas Hendri.

Dari jumlah tersebut, 22 siswa masih dirawat di Puskesmas Manggopoh, sementara enam lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD Lubuk Basung. Dari enam pasien di rumah sakit, tiga di antaranya merupakan rujukan dari Puskesmas Manggopoh.

Hendri menegaskan bahwa data ini masih bersifat sementara. Pihaknya terus melakukan pemantauan di lapangan karena tidak menutup kemungkinan jumlah pasien yang membutuhkan perawatan akan bertambah.(*)