Sampit, fajarharapan.id – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan transportasi berkelanjutan yang dinilai memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.
“Kita terus kembangkan transportasi darat, laut maupun udara. Ini saat yang tepat untuk mempererat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat yang membutuhkan transportasi yang aman, lancar, efisien, dan berkelanjutan,” kata Bupati Kotim Halikinnor di Sampit, Sabtu (20/9/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Halikinnor saat menghadiri acara jalan sehat yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 di dermaga Pelabuhan Sampit. Acara itu diikuti oleh insan perhubungan, mitra usaha, dan masyarakat umum.
Menurut Halikinnor, sektor transportasi memerlukan komitmen bersama untuk menciptakan sistem yang sehat, baik dari sisi fisik, pelayanan, maupun pengelolaan. Hal ini penting karena Kotim memiliki aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup tinggi sehingga sangat membutuhkan dukungan transportasi yang prima.
Sebagai langkah nyata, Pemkab Kotim mengoptimalkan aset daerah seperti Terminal Patih Rumbih dan Dermaga Pelangsian. Selain itu, pemerintah juga mendukung pengembangan Pelabuhan Sampit dan Bandara Haji Asan Sampit sebagai sarana vital dalam mendorong pertumbuhan daerah.
Halikinnor menyebut, pemerintah berencana memindahkan aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Sampit ke Pelabuhan Multipurpose Bagendang secara bertahap. Dengan demikian, Pelabuhan Sampit dapat difokuskan untuk melayani penumpang agar pelayanan transportasi lebih terarah dan efisien.
Tak hanya itu, pengembangan Bandara Haji Asan Sampit juga menjadi prioritas. Pemkab Kotim telah mengalokasikan anggaran untuk ganti rugi lahan dalam rangka perluasan bandara. Harapannya, bandara tersebut nantinya bisa didarati pesawat jenis Airbus A320 bahkan pesawat berbadan lebar lainnya.
“Kita sama-sama berdoa mudah-mudahan ini bisa segera terwujud sehingga berdampak positif terhadap perekonomian daerah kita,” harap Halikinnor.
Bupati menekankan, transportasi tidak hanya berfungsi sebagai alat mobilitas, melainkan juga urat nadi perekonomian sekaligus penggerak pembangunan. Ia menilai, keberadaan Pelabuhan Sampit sebagai pintu keluar masuk logistik merupakan salah satu penggerak utama ekonomi lokal yang harus terus dikembangkan.
Pengembangan transportasi, lanjutnya, tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga membutuhkan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hal ini penting agar pelayanan transportasi di Kotim semakin berkualitas dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Pada kesempatan itu, Halikinnor menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan perhubungan yang telah bekerja keras menjaga kelancaran arus barang dan orang serta memastikan keselamatan di jalan raya, pelabuhan, maupun bandara.
“Peringatan Harhubnas ini menjadi refleksi bagi kita semua untuk terus meningkatkan pelayanan transportasi yang ramah, manusiawi, dan berorientasi pada keselamatan,” pungkasnya.(Av/M)







