Kotim  

Bupati Halikinnor Perjuangkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Seranau

Sampit, fajarharapan.id – Bupati Halikinnor menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo tentang pentingnya memperlebar jalan di kawasan seberang Sampit untuk memudahkan akses dan meningkatkan perekonomian daerah.

Meskipun anggaran dari APBN belum tersedia, ia berharap melalui APBD, pembangunan infrastruktur ini bisa segera dilakukan secara bertahap.

“Saya sudah meminta kepada pemerintah pusat agar memperlebar jalan di kawasan ini supaya nanti tidak perlu diperlebar lagi saat kita meningkatkan jalannya,” kata Halikinnor di sela kunjungannya memantau pelaksanaan khitanan massal di aula kantor Kecamatan Pulau Hanaut, Sabtu (29/6/2024).

Untuk mencapai Kecamatan Pulau Hanaut, Halikinnor bersama rombongan bertolak dari Sampit menuju Kecamatan Mentaya Hilir Selatan menggunakan mobil, kemudian menyeberangi Sungai Mentaya.

Dua kecamatan, yakni Seranau dan Pulau Hanaut, terpisah dari pusat kota oleh Sungai Mentaya. Pembangunan di dua kecamatan ini terkendala oleh biaya tinggi karena masih mengandalkan angkutan sungai.

Halikinnor menjelaskan bahwa saat ini sudah ada jembatan di Kecamatan Cempaga yang menghubungkan Desa Cempaka Mulia Barat dengan Desa Cempaka Mulia Timur. Namun, masih diperlukan pembangunan jalan darat sepanjang 45 kilometer dari Seranau menuju Desa Satiruk di Kecamatan Pulau Hanaut untuk membuka keterisolasian.

“Sudah ada jalan fungsional sepanjang 20 kilometer dari Cempaka Mulia Timur ke Seranau, tapi masih ada 45 kilometer lagi yang harus dibangun,” jelas Halikinnor. Ia menambahkan, jalan ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian, termasuk bagi warga Kabupaten Katingan yang akan lebih mudah mengakses wilayah Kotawaringin Timur.

Halikinnor juga menyampaikan bahwa masyarakat setempat telah menyetujui pelebaran jalan masing-masing dua meter di kiri dan kanan jalan yang ada saat ini, sehingga total lebar jalan mencapai 9-10 meter. “Saya perintahkan Dinas PU untuk memperlebar jalan dan membuat tanggul terlebih dahulu sebelum pengaspalan agar jalan kuat dan tahan banjir,” ujarnya.

Dengan adanya jalan tembus di wilayah seberang, Halikinnor berharap mobilitas masyarakat akan lebih mudah, murah, dan cepat, serta berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Jika jalan darat sudah ada, biaya transportasi hasil produksi pertanian dan perikanan akan lebih murah, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Halikinnor juga berencana membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di kawasan seberang untuk jangka panjang, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Perdagangan. “Saya ingin mengembangkan terminal khusus dan dermaga di seberang supaya kawasan tersebut menjadi ramai dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (audy)