Padang, fajarharapan.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara, Radio Republik Indonesia (RRI) Padang menggelar dialog khusus bertajuk “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas”, Selasa (23/9/2025). Siaran ini juga dipancarluaskan melalui RRI Pro 1 Bukittinggi.
Acara menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Kepala PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat, Teguh Afrianto, SE., MM., CRA., CGP., Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, SIK., MIK., serta akademisi Universitas Andalas, Yosritzal, ST., MT., Ph.D. Dialog dipandu oleh penyiar senior RRI Padang, Rita Ismael.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat tersebut, para narasumber membahas pentingnya modernisasi sistem lalu lintas, strategi menekan angka kecelakaan, serta upaya kolaborasi lintas instansi untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan. Dialog ini juga menjadi sarana edukasi publik agar semakin sadar bahwa keselamatan di jalan merupakan kunci utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Kepala PT Jasa Raharja Kanwil Sumbar, Teguh Afrianto, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan berbicara di ruang publik yang disediakan RRI. “Kami berterima kasih kepada RRI Padang yang telah memberikan ruang bagi Jasa Raharja untuk berbagi wawasan mengenai keselamatan lalu lintas. Dialog semacam ini penting agar masyarakat lebih memahami peran bersama dalam menciptakan lalu lintas yang modern dan berkeselamatan,” ungkapnya.
Teguh menegaskan, Jasa Raharja berkomitmen memperkuat sinergi dengan kepolisian, pemerintah daerah, akademisi, serta seluruh pemangku kepentingan lainnya. “Keselamatan di jalan raya bukan hanya tugas aparat atau lembaga, melainkan tanggung jawab kita semua. Dengan kesadaran kolektif, kita bisa menekan angka kecelakaan sekaligus menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas,” tambahnya.
Wadirlantas Polda Sumbar, AKBP Yudho Huntoro, dalam kesempatan itu menekankan bahwa kepolisian terus melakukan inovasi pelayanan dan pengawasan berbasis teknologi. Menurutnya, penerapan sistem digital dalam pengelolaan lalu lintas akan meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mendukung konsep lalu lintas modern yang lebih efektif.
Sementara itu, akademisi Universitas Andalas, Yosritzal, memberikan perspektif akademik mengenai pentingnya perencanaan transportasi berkelanjutan. Ia menilai bahwa kolaborasi antara penegak hukum, lembaga pemerintah, serta perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun sistem transportasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Melalui dialog yang disiarkan secara langsung ini, masyarakat diharapkan semakin teredukasi tentang pentingnya disiplin berlalu lintas serta memahami manfaat modernisasi sistem transportasi. Dengan dukungan semua pihak, visi lalu lintas modern yang berkeselamatan dapat terwujud, mendukung mobilitas masyarakat yang lebih aman, tertib, dan efisien.(*)






