Pedagang Minang Ditembak KKB Anggota DPR-RI Shadiq Pasadigoe Minta Negara Menjamin Keamanan Warga di Seluruh Wilayah NKRI

 

Kendari, fajarharapan.id – M.Shadiq Pasadigoe, SH dari Komisi VIII DPR-RI dalam kunjungan kerjanya di Kendari, Sulawesi Tenggara (27/7) kemaren, menyatakan rasa prihatin yang mendalam atas tewasnya seorang pedagang asal Sumatera Barat, Joni Hendra, akibat penembakan brutal yang dilakukan anggota KKB di Papua Tengah baru-baru ini

Terkait atas kejadian tersebut, Shadiq Pasadigoe dari Fraksi Partai NasDem DPR-RI tegas menyatakan bahwa negara melalui aparat dan pejabat yang berwenang harus hadir secara nyata dalam menjamin keamanan seluruh warga negara Indonesia, di manapun mereka berada, termasuk di wilayah-wilayah rawan konflik seperti Papua.

Diikutip dari Tim Media M.Shadiq Pasadigoe menyatakan duka dan prihatin atas kejadian ini, Saudara Joni Hendra putra terbaik dari Kampung Taratak Baru, Nagari Puluik-Puluik, Kabupaten Pesisir Selatan, meninggal dunia saat mencari nafkah secara halal di tanah Papua. Ini menjadi pengingat serius bahwa negara tidak boleh abai terhadap keamanan warganya,” ujar Shadiq dalam keterangannya.

Shadiq menurutnya juga menekankan bahwa para perantau, khususnya dari Sumatera Barat, memiliki kontribusi besar dalam kehidupan sosial ekonomi di berbagai daerah, termasuk di wilayah timur Indonesia. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab negara untuk memastikan mereka bisa hidup dan bekerja dengan aman.

“Negara tak boleh kalah dari kelompok-kelompok bersenjata yang mengancam nyawa rakyat. Saya minta Kapolri, Panglima TNI, dan pejabat berwenang lainnya untuk bertindak cepat dan tegas. Jangan ada pembiaran. Warga sipil harus dilindungi,” ungkapnya.

Sebelumnya, KKB melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (25/7). Seorang warga sipil bernama Joni Hendra tewas ditembak anggota KKB di Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, sekitar pukul 13.40 WIT.

Dari tim Media M.Shadiq juga menjelaskan, Kepala Operasi Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz, Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen) Faizal Ramadhani, membenarkan peristiwa penembakan tersebut.

“Iya benar, korban merupakan warga sipil yang ditembak oleh KKB di Kampung Wandoga,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/7).

Joni Hendra ditembak saat sedang melayani pembeli di kiosnya. Pelaku diidentifikasi sebagai Yonial Kobogah, anggota KKB pimpinan Apen Kobogau.

“Kami menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum. Kita juga meminta pemerintah daerah di Sumbar turut mengawal dan memberi dukungan kepada keluarga korban, termasuk proses pemulangan jenazah,” tutup Shadiq. (Veri)