Dharmasraya, fajarharapan.id – Langkah konkret melawan pengangguran hadir di Balai Latihan Kerja (BLK) Sungai Dareh, Rabu (23/4/2025). Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., meresmikan workshop pelatihan keterampilan kerja yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar pelatihan—ini adalah jembatan ke dunia kerja dan wirausaha.
Di hadapan ratusan peserta, Annisa mengungkapkan kecemasannya melihat angka pengangguran yang masih tinggi. “Pelatihan ini harus menjadi jalan keluar bagi persoalan pengangguran. Saya tidak ingin melihat kalian kembali dengan harapan yang sama. Dinas Nakertrans harus mendampingi hingga semua peserta benar-benar terserap di pasar kerja,” tegasnya, suaranya bergema di ruang pelatihan.
Bupati Annisa menjelaskan bahwa selain keterampilan teknis—dari perbengkelan sepeda motor, tata boga, desain grafis, hingga menjahit—materi kewirausahaan wajib disisipkan. Tujuannya, agar peserta tidak terpaku sebagai pencari kerja, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja baru. “Kami ingin kalian tidak hanya menjadi karyawan, tapi juga calon pengusaha. Pelatihan enterpreneurship akan mendorong kalian merintis startup atau UMKM yang tahan banting,” ujarnya, menatap penuh harap.
Kuatkan Kemitraan dan Fasilitas
Lebih lanjut, Annisa menekankan pentingnya sinergi dengan dunia usaha dan industri. “Jalin kemitraan dengan perusahaan, agar lulusan pelatihan langsung punya akses kerja atau modal untuk membangun usaha. Jangan biarkan ilmu kalian berhenti di sini.” Ia juga meminta peningkatan sarana dan prasarana workshop agar pelatihan selalu relevan dengan kebutuhan industri.
Data dan Evaluasi: Kunci Keberhasilan
Bupati Annisa meminta Dinas Nakertrans secara rutin mendata setiap peserta—mulai profil, kompetensi, hingga penempatan kerja atau usaha mereka. “Dengan data yang akurat, kita bisa evaluasi apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Target utamanya: angka pengangguran turun signifikan.”
Harapan dan Tantangan di Depan
Program ini merupakan babak awal. Tantangannya, memastikan kesinambungan pendampingan dan kemitraan. Namun, dengan komitmen kuat pemerintah daerah dan semangat peserta, perubahan nyata bukan sekadar mimpi. “Bekerjalah dengan serius, manfaatkan setiap kesempatan. Keterampilan kalian adalah modal utama meraih masa depan lebih cerah,” pesan Annisa.
Penutupan acara diwarnai penyerahan alat praktik dan sertifikat pelatihan kepada perwakilan peserta—simbol awal perjalanan baru menuju lapangan kerja dan usaha mandiri. Dharmasraya, dengan langkah ini, melangkah lebih dekat ke visi: masyarakat sejahtera melalui keterampilan dan kemandirian.(Afriza DJ)







