Jambi, fajarharapan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengungkapkan bahwa Real Estate Indonesia (REI), membantu pemerintah Provinsi Jambi untuk mewujudkan ketersediaan perumahan layak huni bagi masyarakat.
Hal ini diungkapkan sekda dalam Welcome Dinner Persatuan Perusahaan REI Jambi, di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (20/08/2024) malam. Sekda mengaku sangat senang dan berbahagia dapat hadir bersama-sama para pengusaha perusahaan pengembang yang bergerak di bidang pengelolaan dan pembangunan perumahan dan permukiman di Provinsi Jambi.
Informasi dari Ketua DPD REI Jambi, saat ini jumlah pengembang yang tergabung di REI Jambi sebanyak 250 anggota.
“Ini merupakan potensi yang besar dalam upaya kita mewujudkan ketersedian perumahan yang ada di Provinsi Jambi,” ujar Sekda.
Dalam sambutannya Sekda mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi juga berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam mewujudkan terpenuhinya rumah yang layak huni.
Sekda juga mengatakan, pembangunan di Jambi yang terus bergerak seiring dengan pembangunan jalan tol, membuat akses dari dan menuju Provinsi Jambi semakin terbuka.
Kondisi ini semakin menjadi daya tarik bagi orang untuk menetap di Provinsi Jambi dan ditambah lagi dengan pertumbuhan penduduk akibat kelahiran, maka berdampak terhadap kebutuhan akan rumah tinggal.
“Oleh karenanya, peran anggota REI Jambi untuk menjadi garda terdepan dalam penyediaan perumahan sangat diharapkan, sehingga terpenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi semua masyarakat,” kata Sudirman.
Lebih lanjut sekda menuturkan, Berdasarkan data dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), bahwa realisasi penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), atau bersubsidi di Provinsi Jambi pada tahun 2023 sebanyak + 6.142 unit rumah dan sampai dengan bulan Agustus tahun 2024 ini sebanyak + 3.235 unit rumah yang tersebar di delapan bank pemberi kredit.
“Hal ini menggambarkan seberapa besar jumlah kebutuhan rumah di Provinsi Jambi,” katanya.
Sekda berharap dalam pemenuhan ketersediaan perumahan ini juga harus memperhatikan keselamatan kontruksi, kesesuaian pemanfaatan tata ruang sehingga lokasi yang dubangun dapat didukung oleh pemerintah melalui stimulan ataupun bantuan infrastruktur dasar yang baik.
Sebelumnya Ketua DPP REI Joko Suranto mengatakan bahwa saat ini REI sedang melakukan riset mengenai dampak ekonomi terhadap Industri Properti.
Menurut Joko, saat ini industri properti menyerap tenaga kerja sebesar 14-17 juta dimana berkontribusi terhadap PDB 14% dan terhadap PAD itu sebesar 35-55 %.(***)







