Jakarta – Saat ini, Prajogo Pangestu memiliki kekayaan senilai USD70,6 miliar atau setara dengan Rp1.128 triliun (kurs 15.978 per USD). Sebelum menjadi orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu pernah bekerja sebagai sopir angkot.
Prajogo Pangestu juga merupakan orang pertama di Indonesia yang mencapai lonjakan kekayaan lebih dari Rp1.000 triliun. Dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes 2024, Prajogo Pangestu menempati peringkat ke-23 dengan kekayaan sebesar Rp1.128 triliun.
Prajogo Pangestu lahir pada 13 Mei 1944 di Kalimantan Barat dengan nama asli Phang Djoen Phen.
Perjalanan karir Prajogo Pangestu tidaklah mudah. Ia adalah anak seorang pedagang karet dari Kalimantan. Pendidikan formalnya hanya sampai tingkat sekolah menengah pertama (SMP), dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia bekerja sebagai sopir angkot.
Prajogo Pangestu memiliki tekad kuat untuk mengubah nasib keluarganya. Dalam kondisi ekonomi yang sulit, ia merantau ke Jakarta pada tahun 1960.
Di Jakarta, perjuangan untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah mudah. Akhirnya, ia kembali ke kampung halamannya di Kalimantan Barat dan melanjutkan pekerjaannya sebagai sopir angkot.
Pada tahun 1969, Prajogo Pangestu bertemu dengan Bong Sun (Burhan Uray), seorang pengusaha kayu asal Malaysia, yang mengajaknya bergabung dengan perusahaannya, PT Djajanti Group.
Setelah tujuh tahun bekerja di perusahaan tersebut, Prajogo Pangestu sempat menjadi General Manager (GM) di Pabrik Plywood Nusantara, Gresik, Jawa Timur, sebelum memutuskan untuk pensiun dan menekuni bisnis kayu.
Pada akhir tahun 1970-an, Prajogo Pangestu terlibat dalam bisnis kayu dengan membeli perusahaan CV Pacific Lumber Coy yang saat itu mengalami krisis keuangan dan mengubah namanya menjadi PT Barito Pacific Lumber.(BY)






