Direktur Utama Perum Bulog Ungkap Praktik Penyimpangan Distribusi Beras

Harga Beras Bulog Dijual Mahal.
Harga Beras Bulog Dijual Mahal.

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengungkapkan adanya praktik penyimpangan dalam distribusi beras yang dilakukan oleh sejumlah oknum dengan tujuan meraih keuntungan pribadi.

Praktik ini dilakukan dengan cara membeli beras dari Perum Bulog dengan harga yang telah ditetapkan, lalu menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, mengganti kemasan, dan memberikan harga jual yang jauh di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Mereka membeli beras premium dari kami dengan harga Rp8.300 per kilogram, termasuk biaya angkutan gudang. Kemudian mereka menjualnya dengan harga antara Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram setelah mengganti kemasan,” ungkap Buwas.

Praktik ini terungkap setelah Satgas Pangan Polda Banten berhasil menangkap tujuh tersangka yang terlibat dalam tindak pidana perlindungan konsumen dan persaingan dagang dengan melakukan kecurangan dalam distribusi sebanyak 350 ton beras milik Bulog.

Sejumlah barang bukti berhasil disita dalam operasi ini, termasuk 350 ton beras Bulog yang telah dikemas ulang atau belum, 5 timbangan digital, 6 mesin jahit karung, 8.000 karung bekas beras Bulog, 10.000 karung beras premium berbagai merek, dan 50 bundel berisi nota penjualan, surat jalan, dan permintaan pengantaran.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Didik Hariyanto, menjelaskan bahwa motif dari praktik ini adalah untuk mencari keuntungan pribadi. Mereka melakukan modus repacking beras Bulog menjadi beras premium dengan berbagai merek, mencampurkan beras Bulog dengan beras lokal, dan menjual beras tersebut di atas harga HET.

Budi Waseso menegaskan bahwa praktik penyimpangan dalam distribusi beras bukan hanya terjadi di Banten, melainkan juga di daerah-daerah lain. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang untuk terus melakukan pengawasan dan tindakan tegas guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran.(BY)