Jakarta – BYD resmi memperkenalkan Seagull generasi kedua di pasar China pada Selasa (20/10/2026). Mobil listrik berjenis hatchback ini hadir dengan sejumlah pembaruan, mulai dari dimensi bodi yang lebih besar, peningkatan kenyamanan kabin, hingga teknologi keselamatan dan pengisian daya cepat. Harga termurahnya dipatok 9.800 dolar AS atau setara sekitar Rp176 juta.
Model yang dikenal dengan nama BYD Atto 1 di Indonesia tersebut tersedia dalam lima pilihan varian dengan rentang harga yang berbeda.
1. Lima Varian dengan Harga Mulai Rp176 Juta
BYD menawarkan Seagull generasi terbaru melalui lima varian, mulai dari tipe dasar hingga model tertinggi. Berikut rincian harga yang dipasarkan di China:
Vitality Edition: 9.800 dolar AS atau sekitar Rp176 juta.
Freedom Edition: 10.900 dolar AS atau sekitar Rp195 juta.
Ease: 11.300 dolar AS atau sekitar Rp203 juta.
Flight Edition: 12.400 dolar AS atau sekitar Rp222 juta.
Smart Edition: 14.900 dolar AS atau sekitar Rp267 juta.
Harga awal tersebut lebih rendah dibandingkan model tahun 2025 yang sebelumnya dibanderol mulai 10.500 dolar AS atau sekitar Rp188 juta.
Penurunan harga ini menjadi salah satu daya tarik Seagull terbaru di tengah persaingan pasar kendaraan listrik berukuran kompak yang semakin ketat.
2. Bodi Lebih Besar dan Kabin Makin Lega
Perubahan paling mencolok pada Seagull generasi kedua terlihat dari dimensinya. Mengutip Car News China, mobil ini memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.
Sebagai perbandingan, model sebelumnya memiliki panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm, dan wheelbase 2.500 mm. Artinya, versi terbaru bertambah panjang 425 mm dengan jarak sumbu roda yang meningkat 150 mm.
Perubahan ukuran tersebut memberikan ruang kabin yang lebih luas. Jika sebelumnya dirancang untuk empat orang, model baru ini kini dapat mengakomodasi lima penumpang.
Kapasitas penyimpanan juga mendapat peningkatan. Bagasi belakang dapat diperluas hingga 1.380 liter, sedangkan kompartemen penyimpanan depan atau frunk memiliki kapasitas 94 liter.
BYD turut menyediakan enam pilihan warna, yakni Lime Green, Berry Pink, Cream White, Mango Orange, Ice Coconut Blue, dan Sesame Grey.
3. Interior Dilengkapi Teknologi Modern
Tidak hanya mengubah ukuran kendaraan, BYD juga meningkatkan kelengkapan interior untuk menunjang kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Bagian dasbor dibekali layar sistem hiburan berukuran 15,6 inci yang mendukung teknologi kecerdasan buatan DeepSeek AI.
Kursi pengemudi kini dapat disesuaikan secara elektrik dalam enam arah, sementara kursi penumpang depan memiliki pengaturan elektrik empat arah. Kedua kursi depan juga dilengkapi fungsi pemanas dan ventilasi dengan tiga tingkat pengaturan.
Khusus pengemudi, tersedia fitur pijat dengan beberapa pilihan mode. Fitur pendukung lainnya mencakup pengisi daya ponsel nirkabel berdaya 50 watt, pencahayaan kabin dengan 127 pilihan warna, serta sistem audio yang terdiri dari delapan speaker.
Kombinasi fitur tersebut membuat Seagull terbaru tidak hanya berfokus pada harga terjangkau, tetapi juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.
4. Dibekali ADAS Berbasis LiDAR
Sektor keselamatan turut menjadi perhatian dalam pengembangan model terbaru ini. BYD menyematkan sistem bantuan pengemudi DiPilot 300 yang dikenal sebagai God’s Eye dan menggunakan teknologi LiDAR.
Sistem tersebut mendukung sejumlah kemampuan berkendara berbantuan, termasuk navigasi otomatis di kawasan perkotaan atau City Navigation on Autopilot (CNOA) serta navigasi otomatis di jalan bebas hambatan melalui High-speed Navigation on Autopilot (HNOA).
Teknologi ini juga mendukung pengenalan lampu lalu lintas beserta hitung mundur, serta kemampuan menghindari rintangan dalam berbagai kondisi.
Kehadiran fitur tersebut menjadi salah satu pembaruan penting karena teknologi bantuan berkendara canggih semakin banyak digunakan untuk meningkatkan keselamatan dan kemudahan pengoperasian kendaraan.
5. Jarak Tempuh Maksimal 420 Kilometer
Untuk sektor penggerak, BYD Seagull generasi kedua menggunakan motor listrik dengan dua pilihan tenaga, yakni 85 kW atau sekitar 114 hp dan 95 kW atau sekitar 127 hp. Kedua konfigurasi tersebut menghasilkan torsi maksimum 130 Nm.
Sumber energi berasal dari Blade Battery generasi kedua yang tersedia dalam kapasitas 30,1 kWh dan 39,2 kWh.
Berdasarkan standar pengujian CLTC di China, baterai berkapasitas 30,1 kWh menawarkan jarak tempuh hingga 320 kilometer. Sementara itu, versi baterai 39,2 kWh diklaim mampu menempuh jarak hingga 420 kilometer.
Konsumsi energinya tercatat sekitar 9,0 kWh untuk setiap 100 kilometer.
Tiga varian teratas yang menggunakan baterai berkapasitas 39,2 kWh juga mendapatkan teknologi pengisian daya supercepat atau flash charging. Menurut BYD, fitur ini memungkinkan kapasitas baterai meningkat dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam waktu lima menit.
6. Penjualan Seagull Mengalami Penurunan
Peluncuran generasi terbaru berlangsung ketika penjualan BYD Seagull tengah menghadapi tekanan, khususnya di pasar domestik China.
Sepanjang Januari hingga September 2026, penjualan global model tersebut tercatat sekitar 266.000 unit. Angka ini turun 33 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Di China, penurunannya bahkan lebih besar. Penjualan Seagull dilaporkan merosot 66 persen menjadi sekitar 83.600 unit selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Salah satu pesaing yang menjadi tantangan bagi BYD adalah Geely EX2, yang juga dikenal sebagai Xingyuan. Mobil listrik kompak tersebut mencatat penjualan sekitar 310.000 unit di China pada periode Januari–September 2026.
Jumlah tersebut melampaui Tesla Model Y yang membukukan penjualan sekitar 277.000 unit dalam periode yang sama.
Persaingan yang semakin ketat mendorong produsen kendaraan listrik untuk menghadirkan produk dengan kombinasi harga kompetitif, teknologi modern, dan kemampuan berkendara yang lebih baik.
Melalui Seagull generasi kedua, BYD menghadirkan sejumlah pembaruan pada desain, ruang kabin, fitur keselamatan, serta teknologi baterai. Langkah ini menjadi upaya perusahaan untuk memperkuat daya saingnya di segmen mobil listrik berukuran kecil.(BY)
Editor: Edwardi







