Pagelaran KEN Nasional Rang Solok Baralek Gadang di Kota Solok 2026 Kembali Ditabuh, Prosesinya Berlangsung Memukau dan Meriah

Solok Kota, fajarharapan.id – Pagelaran rangkaian agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) di Kota Solok, Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) tahun 2026 di Kota Solok Sumatra Barat yang masuk event nasional, kembali ditabuh. Prosesinya berlangsung memukau ribuan pengunjung dan tamu undangan. Berbagai persiapan dengan matang dilakukan untuk suksesnya event bertaraf internasional yang digelar dari tanggal 10-13 Oktober 2026 yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Solok.

Menariknya Event KEN Festival Rang Solok Baralek Gadang merupakan salah satu event nasional kegiatannya dilaksanakan sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana tahun sebelumnya di hamparan Sawah Solok, mengingat membkudaknya pengunjung. Tahun ini event RSBG dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Solok. Gelaran event ini tidak hanya dihadiri oleh wisatawan di Sumatera Barat saja, akan tetapi juga dihadiri dari seluruh daerah di Indonesia bahkan sampai mancanegara, ”Sebut Walikota Sokok DR. H. Ramadhani Kirana Putra, SE.MM saat acara pembukaan, (10/10/2026).

Pembukaan Event Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026, diawali dengan arakan-arakan pawai budaya Khas Ranah Minang khusnya penampilan berbagai seni Buya Kota Solok. Lalu sebagai pertanda ditabuhnya event itu, ditandai Pemukulan Goong, oleh Anggota DPD RI dapil Sumbar Irman Gusman, bersama Walikota Solok Ramadhani Kirana Putra, perwakilan Kemenpariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Gubernur Sumbar, Wakil Walikota Solok, Ketua DPRD Kota Solok, Ketua Kejaksaan Negri Solok, Polres Solok Kota, Dandim 0309 Solok. Disaksikan perwakilan Bupati/Walikota se Sumatra Barat, Kepala OPD, Anggota DPRD Kota Solok, Forkompinda Kota Solok, Ketua LKAAM, KAN, Bundo Kandung, Ninik Mamak, Ormas, dan tamu undangan yang hadir.

Selanjutnya acara juga ditandai dengan prosesi makan baronjin ala ranah Minang, di Lapangan Merdeka Kota Solok. Sebelumya dimulai dengan pawai dengan penampilan berbagai adat kebudayaan di arak_arakan bako di Kota Solok. Dimana gelaran Event ini berlangsung selama tiga hari yakni pada 10-13 Oktober 2026.

Menarinya, arak-arakan Pawai dengan tema prosesi adat Alek Bagonjong dimulai dari depan Tugu Carano depan Ummy Solok. Arak-arakan kemudian melintasi kawasan Simpang Surya, Taman Syech Kukut dan finis di panggung utama, Lapangan Merdeka Kota Solok. Selain menampilkan berbagai prosesi budaya lokal, pawai juga diikuti oleh kesenian dari paguyuban perantau. Tidak kalah menarik, pawai juga dimeriahkan oleh rombongan dari Mancanegara dan lainnya.

Prosesi pawai budaya itu juga menjadi hiburan bagi masyarakat Kota Solok dan sekitarnya. Ribuan masyarakat dari titik awal hingga finis ikut menyaksikan secara langsung dari pinggir jalan. Tidak sedikit yang ikut membagikan kemeriahan melalui media sosial.

Walikota Solok, DR. H. Ramadhani Kirana Putra, SE.MM dikesempatan itu mengungkapkan, Kota Solok mendapat rahmat besar dari Allah SWT berupa tanah yang subur dan alam nan indah. Dari tanah-tanah itu, kemudian mengeluarkan beras yang sudah sangat terkenal, beras Solok yang sudah mendapat pengakuan Nasional dan pasaran Internasional.

“Sawah Solok tidak hanya hamparan yang membuahkan beras yang lezat, tapi juga menjadi potensi pariwisata yang mengangkat Kota Solok. Dari Sawah Solok, lahir event Rang Solok Baralek Gadang yang masuk KEN Kalender kementrian,” tutur Ramadhani.

Wako Solok menjelaskan, masuknya Event Rang Solok Baralek Gadang dalam Kalender Event Nusantara Kemenparekraf, merupakan berkah bagi Kota Solok dan Sumatra Barat.

Dari pemikiran Walikota Solok selama ini, dengan melalui Vent Rang Solok Baralek Gadang, kita yakini bakal mampu memperkenalkan seni tradisi, budaya dan pariwisata Kota Solok kepada dunia. “Kemudian ajang itu sekaligus, secara langsung memberikan dampak secara ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ramadhani mengungkapkan RSBG tahun 2026 ini, mengambil berbagai objek budaya yang terhubung dengan pengetahuan lokal ketahanan pangan. Pengunjung festival diajak memperbaharui pengalamannya tentang berbagai keceriaan dan kesenangan yang bisa didapatkan di persawahan, sebagai icon Kota Solok yang sudah dikenal luas dengan Beras Solok.

Menurutnya, ada beragam penampilan spesial dalam event Rang Solok Baralek Gadang tahun ini, salah satunya penampilan Darak Badarak, silek tuo, dan tradisi silek lainya dari tim kesenian asal Ranah minang. Namun pihaknya sangat berharap, semua rangkaian event RSBG dapat berjalan dengan baik dari awal sampai akhir,”ucapnya.

Menurut Walikota Solok, terselenggaranya giat ini, adalah berkat kerjasama dan dan sinergisasi semua lini, dan panitia, dan dukungan inilah yang menjadi kekuatan. Karena Pemerintah Kota Solok tidak akan dapat berjalan sendiri tanpa dukungan dari seluruh pihak.

“Kedepan kita semua akan saling mendukung tidak hanya dalam event ini saja namun terkait pembangunan dan kemasyarakatan. Pihaknya juga mengajak seluruh pihak mewujudkan Kota Solok Berjuara Berkah, Maju dan Sejahtera.

“Besar harapan kami, semoga tahun depan RSBG kembali dipercaya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Tentunya segala kekurangan pagelaran KEN tahun 2026 ini, bakal kita jadikan sebagai filter sebagai bahan evaluasi dan menyiapkan yang terbaik dimasa mendatang,”tuturnya.

Sementara itu, Irman Gusman anggota DPD RI dapil Sumbar mengakui, prosesi Event KEN RSBG tahun 2026 ini. Merupakan event yang dirancang khusus untuk promosi kepariwisataan daerah Kota Solok Sumatra Bara pada khusunya, dan Sumatra Barat pada umumnya. Karena kelangsunganya sudah dikemas dengan menarik sedini mungkin dengan baik dan telah diakui oleh Kemenparekraf RI.

“Tentunya event ini menarik, sehingga bisa masuk dalam KEN 2026. RSBG merupakan bukti baiknya sinergi pusat, provinsi, kota serta stakeholder dalam membangun kepariwisataan,” bebernya.

Lalu, event RSBG juga bakal mampu mewujudkan Visit West Sumatra 2026. Dimana program ini menjadi upaya Sumbar dalam mendongkrak kunjungan wisata ke Sumatra Barat pada umumnya dan ke Kota Solok khususnya, sehingga mampu memompa perekonomian masyarakat.

Irma Gusman menyatakan, mewakili seluruh anggota DPD RI, kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang sangat tinggi, dan selamat terhadap Kota Solok yang berhasil masuk KEN lima tahun berturut-turut. Kedepan Kota Solok punya potensi untuk pengembangan pariwisata dengan keindahan alam dan kesuburan tanahnya. “Komposisi itu menciptakan agrowisata. Selain beras, juga ada bunga Krisan. Ini kekuatan untuk mendorong perekonomian,”cetusnya.

Menurutnya, ajang RSBG itu punya keunikan. Selain tampil dengan seni tradisi dan budaya lokal, RSBG menjadi event satu-satunya yang dilaksanakan sebelumnya di sawah. Juga Event ini menjadi bagian dalam pemulihan ekonomi masyarakat dan ekonomi nasional.

“Dengan strategi, inovasi, adaptasi dan kolaborasi, menjadi modal bagi daerah untuk memperkuat citra pariwisata, dan berdampak pada perekonomian masyarakat, daerah dan negara,” tutupnya.

Terpisah Wakil Walikota Solok H. Suryadi Nurdal, mengatakan, Pemko Solok mengucapkan “Alhamdulillah kita mendapat amanah kembali menggelar RSBG dan mendapat apresiasi yang positif dari banyak pihak.

Suryadi Nurdal juga memberikan apresiasi terhadap jajaran panitia di bawah komando Kadis Pariwisata yang bekerja keras menyukseskan Rang Solok Baralek Gadang. Selain itu, dukungan dari masyarakat juga sangat luar biasa.

“Alhamdulillah, event nasional ini dapat berjalan baik dan sukses karena kerjasama semua pihak, termasuk OPD keluarga besar Pemko Solok. Ke depan kerja bersama ini akan tetap kita lanjutkan,” harap Wawako.

Suryadi Nurdal Optimis, dengan kesuksesan besar Rang Solok Baralek Gadang 2026 ini, tentunya bakal lebih membuka peluang untuk kembali masuk dalam KEN tahun berikutnya. Dengan banyaknya event bertaraf nasional dan internasional, akan mendongkrak pariwisata serta ekonomi masyarakat khususnya bagi Kota Solok.

“Terimakasih juga terhadap warga yang berkenan meminjamkan areal sawahnya untuk lokasi Rang Solok Baralek Gadang 2026. Dan ini bentuk kontribusi nyata juga dari masyarakat dalam mendukung program Kota Solok,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua LKAAM Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman mengatakan, Silek Basilumuh merupakan tradisi Silek Tuo Pusako Lamo. Silek ini diwarisi turun temurun dari pergirian, dan dikembangkan sejak Kota Solok masih menjadi nagari.

“Silek Basilumuh merupakan tradisi Silek Tuo Pusako Lamo. Basilumuh artinya melakukan astraksi didalam lunau atau lumpur sawah. Biasanya silek kan dilapangan dan bukan di sawah,” katanya.

Silek Basilumuh ini akan ditampilkan saat ada penampilan kesenian anak nagari seperti ulang tahun, maupun RSBG sendiri.“Bedanya karena memang karena lokasinya berada di salam sawah,” ujarnya.

Disamping itu, pada penampilan silek kali ini ada belasan sasaran silek di Kota solok yang menunjukkan atraksi sileknya di sawah.”Saat ini ada penampilan 17 silek sasaran yang ada di Kota Solok. Tujuannya juga untuk melestarikan silek itu sendiri,” jelasnya. Selain itu, ia menambahkan, Silek sendiri bukan hanya sebatas gerakan. Para pandeka silek harus mampu menjadikan ilmu bela diri silat sebagau jalan dalam berdakwah yang penuh ajaran islam.

“Silek bukan hanya sebatas gerakan atau jurus membela diri, tetapi ada falsafah sebuah ilmu yang menjadikan para pesilat harus menemukan keseimbangan, karena basilek adalah silaturahmi, mencari kawan dan berujung dengan lebih dekatnya para pasilek dengan Allah yang Maha Kuasa,” tutupnya.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Happy Dharmawan mengungkapkan RSBG tahun 2026 mengambil berbagai objek budaya yang terhubung dengan pengetahuan lokal ketahanan pangan. Pengunjung festival diajak memperbaharui pengalamannya tentang berbagai keceriaan dan kesenangan yang bisa didapatkan di persawahan, sebagai icon Kota Solok yang sudah dikenal luas dengan Beras Solok.

“Seperti tahun lalu, RSBG 2026 ini juga bakan menampilkan permainan anak nagari seperti atraksi Darak Badarak, silek basilumuh dalam sawah, festival alang-alang (layang-layang), lomba masin bajak atau basikakeh roda basi, batuang gilo, urang-urang sawah, pacu baluik, pacu upiah, tarik tambang baluluak, bakaua turun ka sawah, dan permainan tradisional lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan event RSBG 2026 diawali dengan pawai budaya pada tanggal 10 Oktober yang akan menampilan Talempong Pacik Masal Pelajar dan 13 kelurahan yang ada di Kota Solok. Pada pawai budaya nantinya akan dihadirkan prosesi alek bagonjong (alek rajo-rajo) yang menggambarkan seorang raja yang sedang melakukan perjalanan menunggangi satu ekor kuda diiringi oleh beberapa orang dubalang sebagai pengawal raja.

“RSBG 2026 ini merupakan eksistensi budaya lokal masih Lestari di Kota Solok. Tidak hanya itu, ajang ini diharapkan dapat menjadi daya tarik dan promosi wisata, membuka peluang usaha, serta menggeliatkan ekonomi UMKM dan pelaku usaha kreatif yang turut meramaiakan acara ini melalui Bazar Kuliner yang telah difasilitasi oleh Pemko Solok,” jelasnya.

Selain itu juga menampilkan berbagai permainan anak nagari ditampilkan pada rangkaian kegiatan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) Diantaranya, yakni Hoyak Batuang dan Urang-urangan Sawah. Dan Silek Basilumuh dari sejumlah sasaran silek di Kota Solok

Dalam permainan ini, pemain ikut memegang Batuang dengan sadar dan berusaha untuk mengendalikannya. Saat permainan ini, pemain lain akan bersama sama berteriak Hoyak, agar semakin membuat acara meriah. “Permainan Hoyak Batuang, bermula dulunya saat panen raya, setelah panen padi di sawah. Batuang atau bambu untuk mengaliri air di sawah dimaikan oleh anak nagari untuk hiburan,” jelasnya. (Roni)