Agam, fajarharapan.id – Upaya memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) terus dilakukan melalui pembangunan hunian tetap (huntap) mandiri.
Salah satu lokasi yang kini menjadi perhatian adalah Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, tempat pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak terus berproses secara bertahap.
Komitmen tersebut terlihat dari pengerjaan 11 unit rumah yang berlokasi di sekitar lapangan bola Ngungun. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat agar dapat kembali menata kehidupan setelah menghadapi dampak bencana.
Untuk melihat secara langsung perkembangan pekerjaan, Tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam mengunjungi lokasi pembangunan pada 18 September 2026.
Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk menyaksikan kondisi terkini sekaligus memperoleh gambaran mengenai tahapan pengerjaan hunian tetap mandiri di lapangan.
Berdasarkan hasil pemantauan saat kunjungan, pembangunan 11 unit rumah tersebut telah menunjukkan perkembangan fisik. Sebanyak dua unit sudah memasuki tahap pengerjaan atap, sedangkan sembilan unit lainnya masih dalam proses pendirian tiang bangunan sebagai bagian dari tahapan konstruksi.

Perbedaan tahapan pengerjaan itu menunjukkan bahwa pembangunan masing-masing unit berlangsung mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan. Proses konstruksi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pekerjaan serta ketersediaan material yang dibutuhkan.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan huntap mandiri melibatkan tim vendor bersama tenaga kerja dari masyarakat setempat. Keterlibatan warga lokal menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan konstruksi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat di lingkungan sekitar lokasi pembangunan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dalam proses pemulihan pascabencana. Masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menantikan tersedianya hunian baru, tetapi juga turut mengambil peran dalam proses pembangunan sesuai kebutuhan pekerjaan di lapangan.
Meski demikian, pengerjaan sejumlah unit rumah masih menghadapi tantangan teknis. Salah satu kendala yang ditemui adalah keterlambatan pengiriman material bangunan akibat keterbatasan armada transportasi pengangkut, sehingga ketersediaan bahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran pekerjaan.
Kendala tersebut membuat pelaksanaan pembangunan harus menyesuaikan dengan kondisi dan pasokan material yang tersedia. Kendati demikian, pekerjaan tetap dilanjutkan secara bertahap agar proses pembangunan 11 unit hunian tersebut terus bergerak menuju tahap penyelesaian.
Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya mendorong agar pembangunan hunian tetap mandiri berjalan sesuai tahapan yang telah dilaksanakan. Pemantauan kondisi di lapangan menjadi salah satu bagian penting untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus memahami berbagai tantangan yang perlu dihadapi selama proses konstruksi.

Pembangunan huntap tidak sekadar menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memulihkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat terdampak bencana. Ketersediaan rumah yang layak diharapkan dapat membantu warga kembali menjalankan kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang.
Selain menjadi tempat berlindung, hunian tetap yang memadai juga memiliki peran penting dalam mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi keluarga. Dengan tempat tinggal yang lebih permanen, masyarakat diharapkan memiliki landasan yang lebih kuat untuk kembali membangun kehidupan dan menata masa depan.
Perkembangan pembangunan 11 unit huntap mandiri di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, menjadi salah satu tahapan dalam upaya pemulihan masyarakat terdampak di Kabupaten Agam. Pemerintah daerah bersama pihak pelaksana dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi menghadapi kendala yang muncul selama pengerjaan.
Melalui pembangunan yang berkelanjutan dan pemantauan secara berkala, hunian tetap mandiri ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tujuan akhirnya adalah menghadirkan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman sehingga warga dapat kembali menjalani kehidupan sosial maupun ekonomi secara lebih baik.(Adv/Aban)







