Padang – Sebanyak tujuh penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengalami pembatalan pada Minggu (6/9/2026). Kondisi tersebut terjadi sebagai dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi aktivitas penerbangan.
Branch Comm & CSR Department Head InJourney BIM, Feni Lindriany, menjelaskan pembatalan penerbangan berkaitan dengan penerbitan NOTAM (Notice to Airmen) mengenai penghentian sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
“Berdasarkan pembaruan data sampai pukul 07.40 WIB, ada tujuh penerbangan yang terdampak, terdiri atas tiga penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan,” ujar Feni.
Tiga penerbangan menuju BIM yang dibatalkan merupakan penerbangan Citilink Indonesia QG 952 dari Jakarta (CGK) yang semula dijadwalkan mendarat pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, Pelita Air IP 350 rute CGK-PDG dengan jadwal tiba pukul 08.00 WIB serta Super Air Jet IU 812 dari CGK yang dijadwalkan tiba pukul 09.40 WIB.
Selain penerbangan kedatangan, empat penerbangan dari BIM menuju Jakarta juga terkena pembatalan.
Keempat penerbangan tersebut yakni Lion Air JT 353 yang dijadwalkan berangkat pukul 06.05 WIB, Citilink Indonesia QG 953 pada pukul 08.35 WIB, Pelita Air IP 351 pukul 08.45 WIB, dan Super Air Jet IU 813 yang semula dijadwalkan terbang pukul 10.20 WIB.
Feni menegaskan, hingga pembaruan terakhir, jumlah penerbangan yang dibatalkan mencapai tujuh perjalanan, dengan rincian tiga kedatangan dan empat keberangkatan.
Bagi penumpang yang perjalanannya terdampak, pihak bandara mengimbau agar terus mengikuti informasi resmi dari maskapai yang digunakan. Penumpang juga diminta memperhatikan pemberitahuan mengenai perubahan jadwal ataupun ketentuan perjalanan berikutnya.
Data tersebut merupakan kondisi operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau hingga Minggu (6/9/2026) pukul 07.40 WIB.(des*)







