Seragam Sekolah Gratis dari Pemkab Padang Pariaman, Sindiran Keras untuk Alasan Ekonomi

Seragam Sekolah Gratis dari Pemkab Padang Pariaman, Sindiran Keras untuk Alasan Ekonomi

Padang Pariaman – Senyum dan tepuk tangan pecah di SMP Negeri 1 Batang Anai, Jumat (4/9/2026). Di tengah mahalnya kebutuhan pendidikan, ratusan siswa baru dan orang tua justru menerima kabar yang melegakan. Seragam sekolah diberikan gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat melalui Program Putar Roda.

Bantuan itu bukan sekadar pakaian sekolah, tetapi pesan tegas bahwa keterbatasan ekonomi tak boleh menjadi tiket bagi seorang anak untuk putus sekolah.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menegaskan pemerintah daerah tidak ingin mendengar lagi ada anak yang berhenti sekolah hanya karena orang tuanya tak mampu membeli kebutuhan pendidikan.

“Jangan jadikan alasan ekonomi membuat anak-anak tidak sekolah. Kalau ada anak yang tidak bersekolah karena faktor ekonomi, laporkan kepada saya. Pemerintah Daerah akan hadir membantu,” tegasnya, disambut tepuk tangan para siswa.

Program yang sebelumnya menyasar siswa SD negeri itu kini diperluas. Memasuki tahun kedua pelaksanaan, seluruh siswa baru kelas VII SMP negeri juga mendapat jatah seragam gratis.

Tahun 2026, Pemkab Padang Pariaman menyiapkan 4.978 stel seragam SMP negeri dengan anggaran sekitar Rp1,2 miliar, serta 5.694 stel seragam SD negeri dengan anggaran sekitar Rp1,094 miliar.

Di balik angka miliaran rupiah itu, ada wajah orang tua yang tak lagi harus mengeluarkan biaya tambahan ketika anak memasuki tahun ajaran baru.

Suasana haru terlihat saat seragam diserahkan secara simbolis. Bagi sebagian keluarga, bantuan tersebut bukan perkara sederhana. Karena, uang yang biasanya habis untuk membeli seragam bisa dialihkan untuk buku, perlengkapan sekolah, transportasi, atau kebutuhan pendidikan lainnya.

Penyerahan bantuan dipusatkan di SMP Negeri 1 Batang Anai dan dilanjutkan ke SD Negeri 21 Batang Anai. Bupati John Kenedy Azis hadir bersama Sekretaris Daerah Hendra Aswara, anggota DPRD, para Asisten dan Staf Ahli, kepala OPD, Camat Batang Anai, kepala sekolah, majelis guru, serta tamu undangan.

Momentum itu sekaligus menjadi panggung bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh berhenti pada slogan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman Hendri memastikan seluruh seragam telah selesai diproduksi dan segera didistribusikan ke seluruh SD dan SMP negeri di daerah tersebut.

Ia berharap bantuan itu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pemerintah, kata dia, ingin program seragam gratis menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan sekaligus meringankan tekanan ekonomi keluarga.

John Kenedy Azis menyebut perluasan program tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan anak-anak Padang Pariaman tetap berada di bangku sekolah.

“Anak-anak di Kabupaten Padang Pariaman wajib bersekolah. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan dukung mereka untuk tetap sekolah,” ujarnya.

Kini tantangannya bukan sekadar membagikan seragam, melainkan membuktikan bahwa kebijakan tersebut mampu membuka jalan menuju pendidikan yang lebih bermutu, agar kemiskinan benar-benar berhenti menjadi alasan seorang anak kehilangan masa depan.(bay).