Jasa Raharja Sumbar Bersama Bidokes Polda Sumbar Gelar MUKL dan PPGD di PT NPM

Jasa Raharja Sumbar Bersama Bidokes Polda Sumbar Gelar MUKL dan PPGD di PT NPM
Jasa Raharja Sumbar Bersama Bidokes Polda Sumbar Gelar MUKL dan PPGD di PT NPM

Padang, fajarharapan.id – Upaya menjaga keselamatan penumpang dan awak angkutan umum terus dilakukan PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kegawatdaruratan. Kali ini, Jasa Raharja Sumbar bersama Bidokes Polda Sumbar menggelar kegiatan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas (MUKL) dan Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Kantor dan Loket PT Naiklah Perusahaan Minang (NPM), Padang, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Bidokes Polda Sumbar, Jasa Raharja Kanwil Sumbar, karyawan PT NPM, sopir dan kenek, serta penumpang PT NPM. Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan kondisi pengemudi maupun awak angkutan tetap prima sebelum menjalankan aktivitasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan juga diisi dengan edukasi kegawatdaruratan melalui PPGD. Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman mengenai langkah awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, khususnya saat terjadi kecelakaan maupun situasi yang membutuhkan pertolongan segera.

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat, Teguh Afrianto, mengatakan keselamatan transportasi tidak hanya berkaitan dengan kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan pengemudi dan awak kendaraan dalam menjalankan tugas.

“Pengemudi memiliki tanggung jawab besar karena membawa keselamatan banyak orang. Karena itu, memastikan kondisi kesehatan mereka sebelum berkendara merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting. Begitu juga dengan pemahaman mengenai pertolongan pertama, karena dalam kondisi darurat, tindakan awal yang tepat bisa sangat berarti,” ujar Teguh.

Menurutnya, kegiatan MUKL dan PPGD merupakan bagian dari upaya Jasa Raharja untuk lebih aktif dalam pencegahan kecelakaan. Jasa Raharja tidak hanya hadir ketika masyarakat sudah menjadi korban kecelakaan, tetapi juga mengambil peran dalam membangun kesadaran dan kesiapan sebelum risiko tersebut terjadi.

“Jasa Raharja ingin hadir di sisi pencegahan. Artinya, kita tidak menunggu kecelakaan terjadi baru bergerak. Pemeriksaan kesehatan, edukasi keselamatan, sampai pelatihan kegawatdaruratan seperti ini merupakan bagian dari upaya menjaga masyarakat agar tetap aman dalam perjalanan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan kesehatan diberikan kepada karyawan dan pengguna jasa PT NPM. Bagi pengemudi dan awak kendaraan, pemeriksaan menjadi salah satu langkah untuk memastikan mereka berada dalam kondisi yang cukup baik sebelum melayani penumpang.

Sementara itu, edukasi PPGD diarahkan untuk memberikan pengetahuan dasar mengenai penanganan awal dalam situasi kegawatdaruratan. Dengan adanya pemahaman tersebut, diharapkan pengemudi maupun awak kendaraan dapat mengambil tindakan yang tepat sembari menunggu bantuan medis apabila terjadi kondisi darurat.

Teguh menambahkan, keselamatan penumpang merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perusahaan angkutan, pengemudi, tenaga kesehatan, dan stakeholder terkait.

“Keselamatan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Perusahaan harus memastikan armadanya layak, pengemudi dalam kondisi siap, dan penumpang juga harus mengikuti aturan keselamatan. Kalau semua menjalankan perannya, risiko kecelakaan dapat kita tekan bersama,” tuturnya.

Melalui kegiatan MUKL dan PPGD tersebut, Jasa Raharja Sumatera Barat berharap budaya keselamatan dapat semakin tumbuh di lingkungan transportasi umum. Sinergi dengan Bidokes Polda Sumbar dan PT NPM juga akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memberikan perjalanan yang lebih aman bagi masyarakat.(*)