Yota Balad Gandeng BPIP, Relawan Pancasila Disiapkan Hadapi Ancaman Krisis Moral

Kota Pariaman – Penguatan ideologi Pancasila kembali menjadi sorotan di Kota Pariaman. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, di Aula STIT-SB Pariaman, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan itu menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Di hadapan para peserta, Yota Balad menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau sekadar warisan sejarah bangsa.

Menurutnya, ideologi negara harus hadir dalam setiap kebijakan pemerintah dan tercermin dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, mulai dari pelayanan publik, pembangunan ekonomi, hingga menjaga ketertiban sosial.

“Pancasila bukan sekadar falsafah atau dokumen historis, melainkan ideologi hidup (living ideology) yang menjadi panduan dalam berbangsa dan bernegara. Di ranah pemerintahan daerah, Pancasila harus mewujud dalam setiap helai kebijakan publik, mulai dari pembangunan ekonomi, pelayanan sosial, hingga pemeliharaan ketertiban umum,” ujar Yota Balad.

Ia juga menilai Kota Pariaman memiliki fondasi budaya yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dinilai selaras dengan semangat persatuan, musyawarah, gotong royong, dan toleransi yang menjadi roh Pancasila.

Modal sosial tersebut, kata Yota, harus terus dijaga agar tetap menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Yota Balad mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, BPIP, DPR RI hingga masyarakat, membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

Menurutnya, pembinaan ideologi bangsa tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Para relawan yang mengikuti penguatan tersebut diharapkan menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi agen penyebar nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI, Arisal Aziz, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmennya saat menjalankan masa reses di daerah pemilihan Sumatera Barat II.

Ia menilai penguatan ideologi Pancasila menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan sosial, budaya, dan derasnya arus digital yang berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Orang Minang, sebut Arisal, sejak nenek moyang sejatinya telah mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang sejalan dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat kebersamaan, menjaga persatuan, serta membentengi generasi muda dari krisis moral dengan menanamkan kembali kecintaan kepada Pancasila sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara,” tegas Arisal Aziz.(r-mak).