Kota Pariaman – Komitmen membangun generasi emas sejak usia dini kembali ditegaskan Pemerintah Kota Pariaman. Momentum itu mengemuka saat Pengurus Daerah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Pariaman periode 2026–2030 resmi dilantik di Aula Balaikota Pariaman, Jumat (31/7/2026).
Pelantikan yang dipimpin Ketua HIMPAUDI Sumatera Barat, Pun Ardi, menjadi awal penguatan peran para pendidik PAUD dalam membentuk karakter anak sejak usia emas.
Di hadapan para pengurus yang baru dilantik, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan pesan yang tegas.
Ia meminta kepengurusan di bawah Ketua HIMPAUDI Kota Pariaman, Ny.Nelvia Afrizal, tidak hanya menjalankan roda organisasi. Tetapi mampu menghadirkan perubahan nyata melalui kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun karakter anak-anak Kota Pariaman.
Menurutnya, pendidikan usia dini merupakan fondasi yang akan menentukan kualitas generasi di masa depan.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Pariaman telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA, untuk menjalankan program Pariaman Berzikir melalui pembacaan ayat-ayat pendek di lingkungan sekolah.
Program tersebut merupakan bagian dari visi besar pemerintah daerah untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini sekaligus mendukung program unggulan Satu Rumah Satu Hafidz.
“Kami ingin anak-anak Kota Pariaman tumbuh menjadi generasi yang unggul, bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak dan nilai-nilai agama,” ujar Yota Balad.
Tak hanya berbicara soal kualitas pendidikan, Wali Kota juga menyoroti kesejahteraan guru PAUD. Meski mengakui insentif guru pada tahun 2026 belum dapat ditingkatkan, pemerintah daerah berkomitmen memperjuangkan fasilitas penunjang pendidikan.
Salah satunya dengan mendorong percepatan sertifikasi lahan PAUD agar memenuhi syarat menerima bantuan pembangunan dan operasional dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI dengan nilai mencapai sekitar Rp600 juta.
Ia juga meminta pemerintah desa mengalokasikan anggaran insentif bagi para guru PAUD melalui dukungan camat di masing-masing wilayah.
Ketua HIMPAUDI Sumatera Barat, Pun Ardi, menyebut pelantikan kali ini memiliki makna tersendiri karena dihadiri langsung Wali Kota Pariaman.
Menurutnya, kehadiran kepala daerah menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini.
Ia mengingatkan seluruh pengurus agar menjadikan pelantikan ini sebagai titik awal memperkuat profesionalisme organisasi, meningkatkan kompetensi pendidik, sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pariaman, Ny. Yosneli Balad, menegaskan bahwa masa anak usia dini merupakan fase paling menentukan dalam kehidupan seseorang.
Apa yang ditanamkan kepada anak pada masa itu, katanya, akan membentuk karakter dan menentukan masa depan bangsa.
“HIMPAUDI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan membangun karakter” ucap Yusneli.
Pelantikan pengurus HIMPAUDI Kota Pariaman bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Dengan dukungan pemerintah daerah, para pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan, Kota Pariaman menaruh harapan besar agar pendidikan anak usia dini menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi emas Indonesia di masa mendatang.(mak).







