Padang Pariaman, fajarharapan.id – Kabupaten Padang Pariaman tengah menghadapi rentetan musibah kebakaran yang terjadi secara beruntun dalam sepekan terakhir. Sedikitnya empat peristiwa kebakaran di lokasi berbeda menyebabkan dua warga kehilangan nyawa dan kerugian materi yang diperkirakan menembus Rp3,6 miliar.
Peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan itu membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran. Seluruh personel pemadam kebakaran diminta siaga penuh, sementara masyarakat diimbau lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik maupun kompor gas di rumah.
Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengatakan rangkaian kebakaran tersebut menjadi salah satu kejadian paling memprihatinkan sepanjang Juli. Selain kerugian material yang besar, musibah itu juga memakan korban jiwa.
“Empat kejadian dalam waktu singkat tentu menjadi perhatian serius. Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” katanya, Sabtu.
Insiden pertama terjadi di kawasan Pasar Kayu Tanam pada Rabu (22/7). Api melalap sedikitnya 15 kios pedagang hingga rata dengan tanah. Nilai kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara ledakan sebelum kobaran api membesar dan menjalar ke bangunan lain.
Musibah kembali terjadi keesokan harinya di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Nagari Pungguang Kasiak, Kecamatan Lubuak Aluang. Kebakaran menghanguskan sebagian bangunan pesantren dengan estimasi kerugian mencapai Rp600 juta.
Puncak duka terjadi pada Jumat (24/7) saat sebuah rumah di Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, terbakar hebat. Dua penghuni rumah tidak berhasil menyelamatkan diri dan ditemukan meninggal dunia. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan sekitar Rp500 juta. Di hari yang sama, api juga membakar satu unit sepeda motor di Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang.
Untuk memadamkan api di sejumlah lokasi, Damkar Padang Pariaman mengerahkan seluruh armada yang tersedia. Bantuan mobil pemadam dari beberapa daerah tetangga turut diterjunkan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak merambat ke bangunan lain.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari seluruh kebakaran tersebut masih diselidiki aparat kepolisian bersama instansi terkait. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala, serta segera melapor apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.(*)







