Kota Pariaman – Harapan warga terdampak bencana di Kota Pariaman, Sumatera Barat kembali menyala setelah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Alam Sumatera turun langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap berbagai program pemulihan yang selama ini berjalan.
Kehadiran tim pusat tersebut menjadi sinyal kuat bahwa proses pemulihan pascabencana 2025 tidak boleh berjalan lambat dan harus segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dipimpin Wakil II Pos Komando Satgas PRR, Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma, tim supervisi menyisir sejumlah titik penting di Kota Pariaman.
Mulai dari rumah relokasi percontohan Sepablock di Desa Sintuak, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan. Hingga rumah warga dan infrastruktur publik yang masih menyisakan jejak luka akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut tahun lalu.
Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, perhatian khusus diberikan pada sektor pendidikan.
Tim meninjau langsung kondisi SDN 01 Balai Naras dan SMPN 7 Pariaman di Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara. Kerusakan fasilitas pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena menyangkut masa depan generasi muda yang sempat terganggu akibat bencana.
Tak hanya sekolah, tim juga mendatangi rumah-rumah warga terdampak di Desa Punggung Ladiang serta meninjau berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Peninjauan lapangan itu dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti sebatas laporan administrasi.
Usai melakukan inspeksi lapangan, Satgas PRR menggelar rapat koordinasi bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait di Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Kamis (11/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum penting untuk membedah berbagai kendala yang masih menghambat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di lapangan.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar agenda seremonial.
Menurutnya, tim turun langsung untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur pendidikan, fasilitas kesehatan, hunian tetap maupun hunian sementara, serta berbagai bantuan sosial yang telah disalurkan pemerintah pusat benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.
“Yang kita perjuangkan bukan hanya membangun kembali gedung yang rusak, tetapi memulihkan kehidupan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Yota Balad.
Ia berharap hasil monitoring Satgas PRR yang mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tersebut mampu mempercepat berbagai program pemulihan di Kota Pariaman.
Sebab, bagi masyarakat yang masih berjuang bangkit dari bencana. Setiap pembangunan yang selesai tepat waktu bukan sekadar proyek fisik. Melainkan simbol hadirnya negara di tengah masa-masa paling sulit yang mereka hadapi.(mak).







