Labuhanbatu, Fajarharapan.id – Vihara Avalokitesvara Rantauprapat memulai pembangunan kolumbarium atau tempat penyimpanan abu jenazah dan papan nama melalui prosesi peletakan batu pertama. Bangunan yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp5 miliar itu diharapkan menjadi fasilitas yang representatif bagi umat Buddha di Kabupaten Labuhanbatu.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung dengan khidmat pada Selasa (9/6) dan dihadiri tokoh masyarakat, pengurus vihara, panitia pembangunan, serta umat Buddha yang memberikan dukungan terhadap pembangunan fasilitas tersebut.
Ketua PC Indonesia Tionghoa (INTI) Labuhanbatu yang juga Ketua Umum Yayasan Sosial Budi Agung, DR (HC) Sujian atau Acan, mengatakan pembangunan kolumbarium baru dilakukan karena fasilitas yang telah dibangun sebelumnya sudah tidak lagi mampu menampung kebutuhan umat.
Ia menjelaskan, tempat penyimpanan abu jenazah dan papan nama yang ada saat ini dibangun pada tahun 2006 dan selesai pada 2007. Seiring berjalannya waktu, kapasitas bangunan tersebut semakin terbatas karena sebagian besar umat Buddha yang meninggal dunia menjalani proses kremasi.
“Tempat yang lama sudah tidak memadai lagi. Karena itu, pembangunan kolumbarium baru ini menjadi kebutuhan bagi umat Buddha di Labuhanbatu,” ujarnya.
Acan berharap pembangunan kolumbarium dapat memperoleh dukungan dari masyarakat, khususnya umat Buddha. Menurutnya, keberadaan bangunan tersebut nantinya akan menjadi fasilitas bersama yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Ini dari kita untuk kita. Kami berupaya mencari dukungan dan dana agar pembangunan ini bisa selesai. Kita ingin memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan daerah lain. Tentunya kita bangga karena yang dibangun sangat megah,” katanya.
Kolumbarium yang akan dibangun dirancang setinggi tiga lantai dengan berbagai fasilitas modern. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah keberadaan lift untuk memudahkan akses bagi para lansia maupun pengunjung yang memiliki keterbatasan fisik.
“Lift disiapkan agar orang tua yang kesulitan naik tangga tetap dapat berkunjung dengan nyaman. Kami mohon doa dan dukungan agar pembangunan ini berjalan lancar dan dapat selesai sesuai harapan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Kolumbarium Vihara Avalokitesvara, Ir. Johny, SE, DipCIM, melaporkan bahwa total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp4,5 miliar hingga Rp5 miliar, menyesuaikan kondisi harga material bangunan yang masih fluktuatif.
Menurutnya, bangunan kolumbarium akan berdiri di atas lahan dengan ukuran sekitar 15 x 30 meter dan terdiri dari tiga lantai yang mampu menampung lebih banyak abu jenazah dan papan penghormatan bagi umat yang telah berpulang.
“Dengan kondisi harga material saat ini, kebutuhan dana pembangunan diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar. Kami berharap dukungan dari para donatur dan seluruh umat agar pembangunan ini dapat berjalan sesuai rencana,” ungkap Johny







