Jakarta – Blueberry selama ini dikenal sebagai buah kaya antioksidan, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaatnya tidak berhenti di situ. Buah berwarna biru keunguan ini juga diduga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tulang, termasuk membantu mempertahankan kepadatan tulang dan menurunkan risiko osteoporosis di masa depan.
Temuan tersebut membuat blueberry semakin dilirik sebagai bagian dari pola makan sehat sehari-hari. Selain rasanya yang segar, buah ini mengandung vitamin C, serat, serta berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh.
Studi: Blueberry Berpotensi Perkuat Struktur Tulang
Mengacu pada laporan US Department of Agriculture melalui Medical Center Health, penelitian pada hewan percobaan menunjukkan hasil yang menarik. Hewan yang diberi asupan makanan dengan tambahan bubuk blueberry beku kering sebanyak 10 persen mengalami peningkatan massa tulang dibandingkan kelompok kontrol.
Para peneliti menduga efek tersebut berasal dari kandungan polifenol, yakni senyawa alami yang memberi warna khas pada blueberry sekaligus berfungsi sebagai antioksidan kuat.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa penelitian lebih lanjut pada manusia masih dibutuhkan untuk memastikan dampak yang sama. Namun, hasil awal ini membuka peluang bahwa konsumsi blueberry sejak usia muda dapat berkontribusi pada kesehatan tulang jangka panjang.
Stres Oksidatif dan Dampaknya pada Tulang
Dalam dunia medis, stres oksidatif sering dikaitkan dengan proses penuaan dan berbagai penyakit kronis. Kondisi ini terjadi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralkannya.
Ketidakseimbangan tersebut dapat mengganggu proses alami pembentukan dan perombakan jaringan tulang. Akibatnya, tulang bisa menjadi lebih rapuh dari waktu ke waktu.
Menurut Italian Berry, sel tulang yang disebut osteosit memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pembentukan tulang. Namun, stres oksidatif dapat memicu kerusakan sel atau apoptosis, yang akhirnya mengganggu proses regenerasi tulang.
Karena kandungan antioksidannya tinggi, blueberry dinilai mampu membantu melindungi sel-sel tulang dari kerusakan tersebut. Bahkan, dalam beberapa penelitian, senyawa polifenol dari blueberry juga menunjukkan efek perlindungan pada tingkat sel.
Aktivasi Protein yang Berperan dalam Penuaan Sel
Lebih lanjut, para ilmuwan menemukan bahwa senyawa dalam blueberry dapat memengaruhi aktivitas protein SIRT1. Protein ini berperan dalam mengatur umur sel, metabolisme, serta proses penuaan.
Aktivasi SIRT1 dianggap penting karena dapat membantu memperlambat pengeroposan tulang tanpa merusak sel-sel yang bertugas menjaga struktur tulang tetap kuat. Dengan demikian, blueberry tidak hanya bekerja sebagai antioksidan, tetapi juga mendukung mekanisme biologis tubuh dalam menjaga kesehatan tulang.
Jus, Ekstrak, atau Buah Segar?
Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara manfaat jus blueberry dan ekstrak blueberry kering, selama kandungan polifenolnya setara.
Hal ini menandakan bahwa manfaat blueberry bisa diperoleh dari berbagai bentuk konsumsi, mulai dari buah segar, jus, hingga produk olahan lainnya.
Namun, blueberry segar tetap menjadi pilihan terbaik karena tidak hanya mengandung polifenol, tetapi juga menyediakan serat, vitamin, dan nutrisi penting lainnya yang dibutuhkan tubuh.(BY)







