Tekno  

DuckDuckGo Hadirkan Fitur Pencarian Tanpa AI, Tantang Dominasi Google

DuckDuckGo no AI diluncurkan bagi pengguna yang tidak menginginkan bantuan AI pada mesin pencari mereka.
DuckDuckGo no AI diluncurkan bagi pengguna yang tidak menginginkan bantuan AI pada mesin pencari mereka.

Jakarta – Mesin pencari alternatif DuckDuckGo memanfaatkan meningkatnya kekhawatiran terhadap dominasi kecerdasan buatan (AI) dengan menghadirkan ekstensi browser terbaru. Fitur ini memungkinkan pengguna menikmati pengalaman pencarian tanpa campur tangan AI melalui halaman khusus noai.duckduckgo.com yang dapat dijadikan sebagai mesin pencari utama.

Dengan mengaktifkan ekstensi tersebut, pengguna akan diarahkan ke versi pencarian yang tidak menyertakan jawaban berbasis AI, tanpa fitur percakapan, serta meminimalkan kemunculan konten visual hasil generatif AI. DuckDuckGo menilai pendekatan ini memberikan pengalaman pencarian yang lebih sederhana dan fokus.

Ekstensi ini sudah tersedia bagi pengguna Chrome dan Firefox. Sementara itu, pengguna yang memakai browser DuckDuckGo tidak perlu mengatur ulang, karena preferensi terkait AI tetap tersimpan meskipun riwayat penelusuran dihapus.

DuckDuckGo menjelaskan bahwa fitur ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menginginkan hasil pencarian yang konsisten tanpa intervensi AI. Hal ini menjadi semakin relevan setelah Google memperkenalkan perubahan besar pada mesin pencarinya dengan menempatkan AI sebagai pusat pengalaman pengguna.

Sejak pengumuman tersebut, minat terhadap DuckDuckGo meningkat signifikan. Perusahaan mencatat lonjakan kunjungan ke halaman pencarian tanpa AI hingga hampir 30 persen dalam sepekan. Selain itu, jumlah unduhan aplikasinya di Amerika Serikat juga mengalami kenaikan, termasuk lonjakan besar pada pengguna iOS.

Perubahan tren ini terjadi seiring transformasi besar yang dilakukan Google terhadap sistem pencariannya—yang disebut sebagai perubahan terbesar dalam lebih dari dua dekade. Kini, hasil pencarian lebih banyak menampilkan ringkasan berbasis AI di bagian atas, lengkap dengan visualisasi interaktif seperti grafik dan diagram, sementara tautan tradisional ditempatkan di bagian bawah.

Namun, tidak semua pengguna merasa nyaman dengan pendekatan tersebut. Sebagian memilih beralih ke alternatif seperti DuckDuckGo atau Kagi yang menawarkan pengalaman pencarian lebih konvensional.

DuckDuckGo bahkan mencatat rekor baru dalam jumlah kunjungan ke halaman pencarian tanpa AI pada akhir Mei 2026, dengan peningkatan yang disebut sebagai tren berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat.

Ke depan, perusahaan juga berencana memperbarui ekstensi DuckDuckGo Privacy Essentials di berbagai browser seperti Chrome, Firefox, Edge, dan Opera, agar pengguna dapat mengatur preferensi terkait penggunaan AI dalam pencarian.

Meski demikian, DuckDuckGo menegaskan bahwa mereka bukanlah pihak yang menolak AI sepenuhnya. Perusahaan tetap menyediakan layanan chatbot berbasis AI, termasuk akses ke berbagai model populer, serta paket berlangganan yang menawarkan fitur tambahan seperti VPN, perlindungan identitas, dan layanan penghapusan data pribadi.(BY)