Kabupaten Semarang – Di sebuah rumah sederhana yang berdiri di Dusun Dlisem RT 13 RW 04, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, hidup seorang perempuan tangguh bernama Ibu Asyah. Di balik keterbatasan yang dimilikinya, ia menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati, berharap suatu saat dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bersama keluarganya.
Selama bertahun-tahun, kondisi rumah yang ditempati Ibu Asyah mengalami banyak kerusakan. Atap yang mulai rapuh, dinding yang menua, serta bangunan yang kurang memadai menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan tiba. Namun, keterbatasan ekonomi membuat impian untuk memperbaiki rumah tersebut belum dapat terwujud secara mandiri. Senin ( 27/7/2026 )
Harapan itu akhirnya hadir melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-129 Kodim 0714/Salatiga. Rumah Ibu Asyah ditetapkan sebagai salah satu sasaran program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sebuah bentuk nyata kepedulian TNI bersama pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak.
Sejak dimulainya proses pembangunan, personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong melaksanakan setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari pembongkaran bangunan lama, pemasangan pondasi, penyusunan dinding, hingga proses penyelesaian rumah dilakukan dengan semangat kebersamaan. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya membawa tenaga dan keahlian, tetapi juga memberikan semangat serta harapan baru bagi Ibu Asyah dan keluarganya.
Program bedah RTLH ini bukan sekadar membangun sebuah rumah, melainkan menghadirkan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup, serta mengembalikan optimisme masyarakat untuk menatap masa depan. Kebersamaan antara TNI dan warga yang terjalin selama proses pembangunan menjadi cerminan nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bagi Ibu Asyah, rumah yang sedang dibangun bukan hanya tempat berteduh dari panas dan hujan. Rumah tersebut menjadi simbol hadirnya kepedulian, gotong royong, dan perhatian negara kepada masyarakat yang membutuhkan. Diharapkan, setelah pembangunan selesai, rumah yang lebih kokoh dan layak huni dapat menjadi tempat yang nyaman untuk menjalani kehidupan sehari-hari serta menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik.
Melalui Program TMMD Reguler Ke-129, TNI kembali menunjukkan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga membangun harapan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Kisah Ibu Asyah menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.







