Blog  

Longboat Terbalik di Selat Sipora, Anggota DPRD Mentawai Ditemukan Selamat Setelah Terombang-ambing di Laut

Longboat terbalik di Mentawai
Longboat terbalik di Mentawai

Padang, fajarharapan.id – Setelah semalaman terombang-ambing di lautan, sembilan penumpang longboat, termasuk Anggota DPRD Mentawai Isar Taileleu, akhirnya ditemukan selamat di pesisir Dusun Gulukguluk, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa pagi (15/7/2025).

Perahu yang mereka tumpangi sebelumnya terbalik dihantam gelombang tinggi saat melintas di Selat Sipora, perairan yang kerap menjadi jalur rawan bagi pelayaran tradisional. Para korban ditemukan dalam kondisi lemas, sebagian mengalami luka ringan, namun bersyukur masih dalam keadaan hidup.

“Sekitar pukul enam pagi, warga melihat mereka terdampar di Pantai Gulukguluk. Langsung kami evakuasi ke Pustu untuk mendapat pertolongan,” ungkap Hans Tasirileleu, salah seorang kerabat korban yang ikut dalam operasi pencarian.

Menurut Hans, sejak kabar kecelakaan diterima sehari sebelumnya, ratusan warga dari berbagai dusun seperti Mapinang, Beubukku, Mabulau Buggei, Pasapuat, hingga Manganjo turun ke garis pantai, menyisir setiap jengkal area yang dicurigai menjadi lokasi terdamparnya korban.

“Ini aksi spontan masyarakat. Kami menyisir dari semalam sampai dini hari. Baru pagi ini mereka ditemukan. Alhamdulillah, sembilan orang selamat,” ujarnya penuh haru.

Longboat naas itu membawa total 11 penumpang, termasuk tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat daerah, dalam perjalanan dari Mapinang menuju Pagai Utara. Namun saat melintas di perairan terbuka Selat Sipora, kapal dihantam ombak besar dan terbalik. Sebagian penumpang sempat berpegangan pada badan perahu sebelum akhirnya terbawa arus.

Kepala BPBD Mentawai, Lahmuddin Siregar, membenarkan informasi penemuan tersebut. Namun ia menyatakan pihaknya masih melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan identitas dan jumlah pasti korban selamat.

“Kami sudah menerima laporan sembilan orang ditemukan hidup. Tapi kami masih validasi di lapangan untuk memastikan semuanya,” ujar Lahmuddin singkat.

Sementara itu, dua kapal Basarnas sudah diterjunkan sejak Senin malam untuk melakukan pencarian intensif terhadap dua korban lainnya yang masih hilang. Penyisiran dilakukan di sepanjang perairan antara Sipora dan Pagai Utara, dibantu oleh tim SAR gabungan dan relawan masyarakat.

Gelombang tinggi dan cuaca buruk masih menjadi tantangan utama tim pencari. Namun pencarian terus dilanjutkan, mengingat peluang menemukan korban dalam kondisi hidup masih terbuka dalam 48 jam pertama pascakecelakaan.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar, terutama di kawasan rawan seperti Selat Sipora. Tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya aspek keselamatan dalam transportasi laut di daerah kepulauan. (Ab)