Solok Selatan, fajarharapan.id – Menyambut Hari Raya Iduladha 1446 H yang jatuh pada musim haji tahun ini, PT Supreme Energy Muaralaboh (PT SEML) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalin hubungan sosial dengan masyarakat. Perusahaan yang bergerak di bidang energi panas bumi itu menyalurkan sebanyak 20 ekor sapi kurban dan 2 ekor kambing Etawa kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin tahunan PT SEML sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi di momen hari besar keagamaan. Dengan bobot keseluruhan hewan kurban yang mencapai lebih dari 10 ton, sapi-sapi yang disumbangkan tahun ini tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga memiliki kualitas yang tinggi. Bahkan, satu ekor sapi diketahui memiliki bobot hingga 800 kilogram, menjadikannya yang terbesar dari seluruh hewan kurban yang disumbangkan.
Distribusi hewan kurban dilakukan secara merata ke 20 titik lokasi berbeda, mencakup masjid-masjid, pondok pesantren, serta panti asuhan yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Selain itu, sebagai bentuk sinergi dan apresiasi terhadap pemerintah daerah, PT SEML juga menyerahkan satu ekor sapi secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.
“Tidak kurang dari 20 ekor sapi kami tebar pada Iduladha tahun ini. Hewan-hewan kurban ini berasal dari donasi berbagai pihak di lingkungan perusahaan, mulai dari pemilik, jajaran pimpinan, karyawan, hingga mitra kerja baik lokal maupun nasional,” ujar Erwin Patrisa Floris, Site Support Manager PT SEML, saat ditemui di lokasi penyerahan hewan kurban.
Lebih lanjut, Erwin menyampaikan bahwa tahun ini pihaknya memperluas cakupan penerima manfaat. Tidak hanya masjid-masjid yang berada dekat dengan lokasi proyek, lembaga-lembaga sosial seperti pesantren dan panti asuhan juga menjadi sasaran utama distribusi. Hal ini dilakukan agar manfaat kurban lebih merata dan dirasakan oleh lebih banyak kalangan, khususnya yang memiliki peran dalam pembinaan generasi muda.
“Kita ingin memastikan bahwa semangat berbagi ini memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya untuk hari ini saja. Harapannya, daging kurban ini bisa dinikmati oleh masyarakat hingga beberapa waktu ke depan,” tambah Erwin dengan penuh harap.
Salah satu lembaga yang menerima bantuan hewan kurban tahun ini adalah Pondok Pesantren Darusshaleh yang berlokasi di Pekonina. Pimpinan pondok, Tuti Lestari, menyambut gembira dan penuh syukur atas bantuan tersebut. Menurutnya, ini adalah kali kedua pondok mereka mendapatkan bantuan sapi kurban dari PT SEML, dan tahun ini ukurannya jauh lebih besar.
“Alhamdulillah, ini kali kedua yayasan kami menerima hewan kurban dari Supreme Energy. Kami sangat bersyukur karena tahun ini sapinya lebih besar. InsyaAllah manfaatnya pun akan lebih banyak untuk para santri,” ujar Tuti penuh syukur.
Tuti menjelaskan bahwa daging kurban yang diterima tidak hanya dimanfaatkan saat perayaan Iduladha saja, tetapi juga disimpan dan digunakan untuk kebutuhan konsumsi santri di bulan-bulan berikutnya. Dengan jumlah santri yang mencapai 141 orang, termasuk anak-anak panti asuhan yang dibina di bawah naungan yayasan, kebutuhan konsumsi memang cukup besar.
“Dengan adanya bantuan ini, kami bisa menyetok daging selama tiga bulan ke depan. Ini tentu sangat meringankan beban operasional kami sebagai pengelola pesantren dan panti asuhan,” kata Tuti menutup pernyataannya.
Program kurban PT SEML ini kembali membuktikan bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat menciptakan hubungan yang harmonis dan saling menguntungkan. Tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, PT SEML juga hadir sebagai mitra sosial yang aktif membantu pembangunan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang berada di sekitar proyek strategis nasional seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muaralaboh.
Melalui kegiatan tahunan seperti ini, PT SEML terus memperkuat posisi sebagai perusahaan yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosialnya. Iduladha tahun ini menjadi momentum penting untuk mempererat ikatan antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah, demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(sdw)






