Tanah Datar, fajarharapan.id – Sitapuang Gadang, yang terletak di Jorong Mandahiliang, Nagari Lawang Mandahiliang, Kecamatan Salimpaung, memiliki nilai sejarah penting sebagai pusat pemerintahan pertama Kabupaten Tanah Datar. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui fakta ini.
Dalam rangkaian Safari Ramadan 2025, Tim Safari Ramadan (TSR) Khusus Bupati Tanah Datar mengunjungi Mushalla Nurul Huda di Sitapuang Gadang. Dipimpin oleh Pj. Sekda Tanah Datar, Elizar, SH, tim juga meninjau tugu monumen yang menandai keberadaan pemerintahan pertama Kabupaten Tanah Datar pada tahun 1948-1949 di bawah kepemimpinan Bupati Sidi Bhakarudin.
Warga setempat menjelaskan bahwa monumen ini merupakan bukti sejarah yang perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda. Tugu tersebut diresmikan pada 11 Januari 2016 oleh Wali Nagari Lawang Mandahiliang. Lokasinya berjarak sekitar 20 meter dari Mushalla Nurul Huda dan berada di kawasan hutan berlembah, sekitar 3 km dari pusat Nagari Lawang Mandahiliang.
Dalam pertemuan dengan TSR, pengurus Mushalla Nurul Huda, Budi Suria, menyampaikan harapannya agar Sitapuang Gadang dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah. Selain itu, ia juga mengusulkan penyediaan jaringan internet dan pembangunan jalan tembus ke Tanjung Alam untuk memperlancar akses warga serta distribusi hasil pertanian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Pj. Sekda Elizar, SH, berjanji akan menyampaikan masukan masyarakat kepada pimpinan daerah. Ia juga menyampaikan bahwa Eka Putra dan Ahmad Fadli telah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar periode 2025-2030 oleh Presiden RI di Istana Negara.
Safari Ramadan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menyerap aspirasi warga guna mendukung pembangunan yang lebih baik di Tanah Datar.(Veri)







