Dharmasraya, fajarharapan.id – Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa minggu terakhir, membuat sejumlah Kecamatan dan Nagari yanh ada di Kabupaten Dharmasraya, mulai di kepung banjir. Sperti Timpeh, Silago, Bonjol serta Obai.
Bahkan saat ini, usai Timpeh di hondoh banjir akibat luapan Sungai Batang Timpeh, yang mengakibatkan ratusan jiwa mengungsi, kini masyarakat Obai dan Bonjol di Kecamatan Koto Besar, di Kepung banjir.
Kepala Dinas Sosial P3APPKB, Martin Efendi, melalui Kabid Rehabperjansos, Kamel, menyebutkan bahwa ada ratusan jiwa terdampak banjir.
“Di Obai ada 1282 jiwa dengan 500 KK serta 268 jiwa, 89 KK di Bonjol yang terdampak banjir,” kata Kamel selaku ketua Tagana Dharmasraya, Senen(03/03/25).
Ia mengatakan, bahwa banjir terjadi selain curah hujan yang cukup tinggi, namun akibat luapan dua sungai yang tak lagi mampu menampung debit air.
“Ada dua sungai yang meluap, yakni Sungai Siat dan Sungai Nabuan,” sebut Kamel kepada awak media, via telfon genggamnya.
Antisipasi agar tidak terjadi sakit akibat lapar, serta kurangnya ketersediaan makanan, pihaknya telah mendirikan dapur umum di kawasan Obai.
“Melalui tem Tagana, kita sudah mendirikan satu dapur umum dan satu lagi stok bahan makanan,” jelasnya.
Ia mengemukakan, bahwa pendirian dapur umum di lakukan di kawasan Obai serta stok bahan makanan di kawasan Bonjol, tepatnya di kantor wali setempat.
“Memang sedikit berbeda antara Obai dan Bonjol, kalau Bonjol kita menyediakan bahan makanan di kantor wali setempat, seperti tahun lalu,” ucapnya
Ia tak menapik, masih ada beberapa titik lokasi yang menjadi langganan banjir. Seperti, Kecamatan timpeh dan Silago Kecamatan IX Koto.
“Alhamdulillah untuk dua lokasi ini sampai sekarang masih aman, namun kita tetap siaga dan terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan nagari,” ungkapnya. (*)






