![]() |
| Kadisdikbud Padang Pariaman Drs.H.Anwar, M.Si (foto.909) |
Parik Malintang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) akan lakukan evaluasi kinerja Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang tak mampu menyikapi untuk melaksanakan inovasi kerja di Sekolah. Terutama kinerja merealisaaikan 5 (lima) inovasi Disdikbud ini, yang telah dilaunching oleh Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur.
Hal itu ditegaskan Kepala Disdikbud Drs.H.Anwar, M.Si, ketika menjawab pertanyaan awak media ini di ruang loby Kantor Bupati, Parit Malintang, usai dia mengikuti rapat, Senin (10/04/23), sehubungan akan melaksanakan evaluasi kinerja Kepsek SDN dan SMPN pada per-tiga bulan ini.
Anwar menyebutkan, setelah dilakukan evaluasi kinerja Kepsek tersebut dalam waktu dekat, sejalan dengan penilaian kerja yang telah baku itu, akan kita tela’ah secara Tim. Hasil evaluasi dan analisa dari berbagai aspek, kita serahkan kepada Bupati untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
Kelima inovasi itu, kata dia, merupakan sebagai dukungan untuk mensukseskan Implementasi Kurilulum Merdeka (IKM). Yakni Program Sekolah Ramah Anak (SRA) dengan PAUD satu tahun pra SD, siswa praktek ibadah setiap hari (SIPINTAR), siswa bersedekah setiap hari (BERSERI), gerakan seribu siswa penghafal Al-Qur’an (GEBU PAPA) dan inovasi sekolah bersih dari narkoba (BERSINAR).
Kelima inovasi ini, tegas Anwar, bahwa ada empat inovasi telah diinstruksikan sejak setahun yang lalu ke sekolah-sekolah, agar Kepsek bersama majelis guru menyikapi untuk melaksanakanya. Kecuali, inovasi Sekolah BERSINAR, itu di launching pada bulan Februari 2023 lalu.
“Inovasi yang digerakan ini, merupakan salah satu upaya pembentukan karakter akhlah mulia bagi anak didik pada sekolah di Daerah Padang Pariaman. Juga merealisasikan visi dan misi Kepala Daerah pasangan Bupati Suhatri Bur-Wabup Rahmang pada bidang religius untuk mewujudkan Padang Pariaman Berjaya” sebut mantan Kepala BPKSDM itu.
Jadi, ucap Anwar, tak ada dalih untuk tidak bisa melaksanakan inovasi yang telah digerakan Disdikbud. Inovasi SRA, SIPINTAR, BERSERI, GEBU PAPA dan BERSINAR ini, harus dilaksanakan secara Tim Kerja pada satuan pendidikan.
“Disinilah, dituntut kepiawaian seorang Kepsek melalui Program Manajerialnya dalam menggerakan teman-temannya di sekolah. Apalagi untuk mendukung suksesnya pelaksanaan IKM. Karena itu, Kepsek tidak ada jam mengajarnya lagi, disamping melaksanakan program supervisi dan kewirausahaan. Makanya, Kepsek harus menguasai Tupoksi dalam bekerja dengan melahirkan sekolah berkualitas” terang mantan Asisten Pemerintah ini.
Untuk itu, ia menegaskan kembali agar Kepsek “baiyo batido” dalam bertugas di Sekolah masing-masing untuk dapat merealisasikan kelima inovasi tersebut.
“Lahirkanlah sekolah yang punya ciri khas, dan spesifik unggulan, juga bisa dibanggakan oleh Daerah. Warga masyarakat akan mencari sekolah yang punya nilai lebih itu, walaupun berada dipelosok desa. Kita telah melakukan studi tiru kian kemari, mana hasil yang lebih itu” tanya dia.
Oleh sebab itu, Anwar berpesan agar tingkatkan terus pendidikan karakter anak didik, bangunlah kebersamaan secara Tim, jaga ketertiban, ketertiban dan keamanan (K3), juga tingkatkan rasa sosial kemasyarakatan dilingkungan sekolah masing-masing,
Ia menyatakan, alangkah indah dan kerennya, program inovasi SIPINTAR, GEBU PAPA, BERSERI dan BERSINAR ini, agar dapat dilaksanakan sebaik mungkin dilapangan. Ini adalah milik kita bersama tenaga pendidik, sekolah dan Disdikbud untuk Daerah. Juga, salah satu program Daerah melalui Disdikbud. Bukan milik perorangan ataupun organisasi MKKS, KKG Kelas mapun KKGA ataupun PJOK.
“Satukan niat untuk kebaikan, janganlah bikin gaduh. Kepada Pengawas Pembina untuk melakukan pembinaan dan pengawas tentang terlaksana atau tidaknya inovasi tersebut pada sekolah binaan masing-masing, juga berikan laporannya ke Dinas Dikbud” ingat Anwar yang mantan Kabag Kesra itu mengakhiri bincang-bicangnya. (909)









