Solsel  

Alokasikan Rp15,5 Miliar untuk Sarana Pendidikan di Solsel

Solsel,fajarharapan.id — Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,5 miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Solok Selatan pada tahun 2024. Dana ini disalurkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk sekolah-sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut.

Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp2,58 miliar akan dialokasikan untuk peningkatan fasilitas di empat SMP di Solok Selatan, yaitu SMPN 08, SMPN 11, SMPN 14, dan SMPN 28. Rincian penggunaannya mencakup rehabilitasi laboratorium, toilet, pembangunan ruang laboratorium komputer, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), hingga pengadaan mobiler dan peralatan laboratorium.

Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan, Syamsuria, yang didampingi oleh Kasi Sarana dan Prasarana Supatman, menyatakan bahwa peningkatan fasilitas ini sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar. “Keberadaan sarana dan prasarana di sekolah sangat penting bagi kelangsungan kegiatan pendidikan. Ini membantu siswa lebih fokus belajar dan mempermudah penyerapan materi yang disampaikan oleh guru,” ujarnya Rabu (13/11/2024).

Peningkatan Fasilitas SD dengan Anggaran Lebih dari Rp13 Miliar

Sementara itu, alokasi dana sebesar Rp13,09 miliar dari DAK dan DAU akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas di sekolah dasar (SD). Anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan ruang kelas baru, ruang guru, laboratorium, serta rehabilitasi ruang kelas dan toilet di sekitar 23 SD di Solok Selatan.

Sebagian dana tersebut, yaitu sekitar Rp2,5 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pusat. “Dengan adanya peningkatan fasilitas ini, kami berharap dapat meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah,” kata Syamsuria.

Ia juga menambahkan bahwa kelengkapan fasilitas sekolah dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan.

“Jika fasilitasnya memadai, siswa akan lebih nyaman dalam belajar, sehingga materi pelajaran dapat lebih mudah dipahami,” tuturnya. (SDW)