“Kami mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dengan membuat jalur satu arah. Jalan masuknya sempit, jadi kendaraan dari arah berlawanan bisa sulit berselisih. Apalagi, acara MTQ biasanya dihadiri ribuan orang,” jelas Halikinnor.
Halikinnor juga menekankan pentingnya kebersihan selama acara berlangsung. Ia akan menugaskan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas SDABMBKPRKP untuk menyediakan petugas kebersihan dan truk pengangkut sampah. Ia mengingatkan camat dan lurah setempat agar tetap mengoperasikan petugas kebersihan lokal meskipun ada bantuan dari kabupaten.
“Jangan sampai ada bantuan dari Sampit, lalu petugas lokal malah berhenti bekerja. Bantuan ini sifatnya hanya mendukung. Kita tahu kalau jumlah orang banyak, sampah juga banyak,” tegasnya.
Halikinnor mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan hadir sebagai penonton untuk memeriahkan acara tahunan ini yang juga merupakan upaya Pemkab dalam syiar Islam. Ia juga menyiapkan doorprize berupa dua unit sepeda listrik bagi pemenang lomba.
“Acara ini bertujuan untuk syiar Islam. Selain itu, kita berharap juara dari kegiatan ini bisa mewakili dan mengharumkan nama Kotim di tingkat provinsi,” tambah Halikinnor.
Camat MHS, Syahrial, melaporkan bahwa persiapan MTQ ke-55 dan FSQ 2024 sudah lebih dari 60 persen. Dua panggung utama sedang didirikan dan diperkirakan selesai dalam dua hari. “Mendirikan panggung itu cepat, tapi dekorasinya yang memakan waktu lebih lama,” ucapnya.
Di samping panggung utama, disediakan area untuk bazar kuliner yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM. Saat ini, sudah ada 30 UMKM yang mendaftar untuk berpartisipasi. Selain itu, akan ada lomba di tujuh titik untuk menambah semarak MTQ dan FSQ Kotim tahun ini. (audy)







