Jakarta – Indonesia turut serta dalam Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2024 yang diadakan di Melbourne Convention and Exhibition Centre (MCEC). MICE dikenal sebagai salah satu pameran kopi terbesar dan paling dinamis di kawasan Asia Pasifik.
Partisipasi kopi Indonesia di MICE 2024 melibatkan kerjasama berbagai pemangku kepentingan Indonesia, termasuk pelaku bisnis, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Sydney, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Beijing.
“Paviliun ini merupakan kesempatan terbaik untuk memperkenalkan kekayaan budaya kopi Indonesia kepada publik Australia dan internasional. Mulai dari kopi Gayo, Ciwidey, hingga kopi Papua Pegunungan. Tahun ini istimewa karena kita juga memperkenalkan kopi dari negara-negara Melanesian Spearhead Group (MSG) dalam Paviliun Indonesia. Ini adalah bentuk komitmen Indonesia sebagai bagian dari komunitas Melanesia di Pasifik,” ujar Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono, Jumat (17/5/2024).
Stan Indonesia menampilkan para pelaku bisnis kopi unggulan, yaitu: AnHar Kopi, Ariga Coffee, ASLAN Coffee Roasters, Expindo Sinar Jaya, Kancil Global, KSU Baliem Arabica (dengan merk Baliem Blue Coffee; moto ‘Kenggi Abulok Kambe Abulok’ yang berarti “Tangan Bergerak maka Mulut-pun Bergerak”), Opal Coffee, dan Papua Black Gold Coffee (petani, pekebun, dan kopi).
Kopi yang dipamerkan mencerminkan kekayaan kopi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari timur hingga barat, seperti: Abmisibil, Aceh, Ciwidey, Ijen, Gayo, Kindang, Kiwirok, Malabar, Peneli, Pulu-pulu, Sabin, Semendo, Sigi, Tiom, Tura Jaji, dan Wahana Estate.
Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania, Kuncoro Waseso, menyebutkan bahwa salah satu kesamaan antara Indonesia dan Australia adalah budaya minum kopi yang kuat. Kopi tidak hanya penting dari segi komersial tetapi juga bagi hubungan sosial budaya di kedua negara.
“Kesamaan ini perlu dimanfaatkan sebagai jembatan penghubung untuk mendekatkan masyarakat kedua negara dan, pada saat yang sama, meningkatkan hubungan ekonomi bilateral. Terlebih dengan telah berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA),” ujarnya.
Di pameran tersebut, stan Indonesia juga menampilkan berbagai produk inovasi bioplastik berbasis rumput laut seperti cangkir, mangkuk, piring, dan sedotan yang dikembangkan oleh Ijo Inovasi Indonesia. Produk-produk ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi rumput laut dengan memanfaatkan potensi rumput laut Indonesia yang belum banyak terjamah untuk menciptakan alternatif biodegradable dan kompos rumah bagi plastik tradisional. Inovasi ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memimpin perubahan lingkungan global serta menawarkan solusi praktis yang menekankan pada pentingnya pengembangan berkelanjutan dalam skala global.
Untuk memperkenalkan berbagai cita rasa kopi nusantara kepada pengunjung MICE 2024, para eksibitor di stan Indonesia menyajikan sampel kopi setiap hari. Upaya ini berhasil menarik minat pengunjung pameran untuk lebih mengenal kopi Indonesia. Puluhan leads/minat dicatat pengunjung kepada eksibitor di stan Indonesia dengan potensi transaksi diperkirakan lebih dari USD 500 ribu. Kehadiran Indonesia di pameran tersebut ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) oleh ASLAN Coffee Roasters dan Ariga Coffee yang menyatakan komitmen untuk membeli dan mendukung promosi kopi produksi UMKM Indonesia, khususnya binaan Bank Indonesia.
ASLAN Coffee Roasters telah menyatakan niat untuk mengimpor kopi Indonesia ke Australia senilai USD 39 ribu. Penandatanganan LoI tersebut disaksikan oleh Doni Primanto Joewono, Deputi Gubernur Bank Indonesia; Kuncoro Waseso; dan Lintang Paramitasari, Wakil Kepala Perwakilan RI Canberra.
“Partisipasi Indonesia dalam MICE 2024 diharapkan dapat memperkuat posisi sebagai salah satu produsen kopi terkemuka di dunia. Kesepakatan bisnis yang tercapai hari ini mencerminkan keberhasilan Indonesia dalam memperkenalkan kopi Indonesia di pasar Australia,” jelas Christhophorus Barutu, Direktur ITPC Sydney.(BY)







