Pemerintah Pertahankan Subsidi Energi untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Anggaran subsidi energi tahun ini.
Anggaran subsidi energi tahun ini

Jakarta Pemerintah telah memutuskan untuk tetap mempertahankan pemberian subsidi energi guna menjaga daya beli masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, realisasi subsidi energi mencapai Rp159,6 triliun, dengan rincian Rp95,6 triliun untuk Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Kemudian pada tahun 2024, targetnya untuk BBM dan LPG sebesar Rp113,3 triliun. Kita lihat tren ini meningkat. Ini tentu saja kita antisipasi harga bahan baku minyak mentah dan permintaan yang juga cukup meningkat. Sementara itu, subsidi untuk listrik juga meningkat menjadi Rp73,6 triliun, sehingga total subsidi ini mencapai Rp186,9 triliun,” jelasnya dalam konferensi pers Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja.

Arifin mengakui bahwa diperlukan upaya dari semua pihak, terutama kebijakan pemerintah, untuk mengoptimalkan subsidi energi agar diterima dengan baik oleh masyarakat dan penyalurannya juga efisien sehingga tidak melebihi target yang ditetapkan.

“Kita berharap juga bahwa adanya perubahan-perubahan keadaan di tingkat global dapat memberikan dampak positif yang baik untuk penghematan subsidi di dalam negeri,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Arifin juga menekankan bahwa pihaknya berupaya untuk menekan subsidi energi agar lebih rendah dari target yang ditetapkan. Menurutnya, masih banyak sektor yang membutuhkan alokasi dana subsidi energi.

“Intinya, bagaimana kita bisa mengefisiensikan subsidi energi tanpa mengurangi kebutuhan. Itu harus melibatkan partisipasi dari semua pihak. Ini membutuhkan partisipasi masyarakat untuk membantu kita menghemat biaya subsidi dan dapat dimanfaatkan untuk sektor lain yang masih membutuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arifin menyatakan bahwa ke depannya, hanya masyarakat yang memenuhi syarat yang bisa mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Ini adalah hal yang harus kita lakukan dan selesaikan ke depannya, tetapi konsistensi program ini harus bisa dilanjutkan,” pungkasnya.(BY)