Jakarta – Agung Wicaksono, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada investor asing yang telah melakukan groundbreaking di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meskipun proses penjajakan pasar perdana sudah dimulai oleh Presiden Joko Widodo sejak November 2022, para investor asing hanya menyampaikan minat investasi mereka dan belum mengkonkretkan rencana groundbreaking.
Agung menjelaskan bahwa keputusan untuk belum memprioritaskan masuknya investasi asing ke IKN bukan disebabkan kurangnya minat dari investor, melainkan karena pemerintah lebih mengutamakan investasi dari pelaku usaha dalam negeri. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan lahan yang dekat dengan pusat kota, memberikan kesempatan lebih awal kepada investor lokal.
Ia menekankan bahwa investor asing yang langsung melakukan groundbreaking, sesuai dengan arahan Presiden, akan ditunda demi memberikan prioritas kepada investor dalam negeri.
Agung menilai bahwa meskipun belum ada investor asing yang melakukan groundbreaking, namun minat mereka cukup tinggi untuk menggarap proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Skema KPBU dinilai memiliki risiko yang lebih rendah karena pembagian risiko dengan pemerintah.
“Investor asing saat ini yang kita lihat yang paling potensial itu ada masuk di KPBU. KPBU inilah jalan yang paling menarik,” tambahnya.
Di sisi lain, Agung menyebut bahwa investor asing membutuhkan waktu lebih lama untuk menganalisis ekonomi makro di Indonesia dan mempertimbangkan insentif yang ditawarkan oleh pemerintah.
“Mengenai permintaan dari calon investor, saya bisa melihat bahwa insentif yang ada saat ini cukup atraktif, mereka banyak bertanya tentang itu,” kata Agung.
“Investor dalam negeri mereka cukup cepat memahami regulasi (dalam negeri) karena sudah terbiasa. Tapi kalau investor asing, karena itu sekarang kita sedang turunkan berbagai regulasi turunan dari UU IKN yang baru, sampai akhir tahun ini dan di awal tahun depan baik itu Permenkeu, peraturan OIKN, sedang kita turunkan dan jabarkan detailnya dari insentif tersebut,” tutupnya.(BY)






