Menhub Budi Karya Sumadi Pertimbangkan Kembali Usulan Penambahan Stasiun Whoosh di Bandung

Wacara Tambahan Stasiun Kereta Cepat di Kopo.
Wacara Tambahan Stasiun Kereta Cepat di Kopo.

Jakarta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menganggap pembahasan mengenai penambahan stasiun kereta cepat Whoosh di wilayah Bandung tidak praktis. Alasannya, sudah ada dua stasiun kereta cepat Whoosh yang beroperasi di wilayah Bandung, yaitu Padalarang dan Tegalluar.

Menurutnya, hal ini akan dianalisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Penambahan stasiun dianggap dapat mengurangi efektivitas perjalanan kereta, karena kereta akan harus berhenti di setiap stasiun.

“Sudah saya sampaikan terkait ketidakpraktisan penambahan stasiun di Bandung, tapi masih ada yang menginginkannya,” kata Menhub saat diwawancara di The Westin, Jakarta.

Meskipun begitu, Menhub tetap membuka peluang untuk usulan penambahan stasiun kereta cepat Whoosh. Namun, Menhub menekankan perlunya studi mendalam dan komunikasi dengan pihak operator kereta cepat.

“Kami sebagai regulator akan menilai usulan masyarakat. Akhirnya, operator yang akan memutuskan apakah menerima atau menolak usulan tersebut. Syarat teknis akan kami sampaikan setelahnya,” tambah Menhub.

Pandangan mengenai kemungkinan penambahan stasiun untuk Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Whoosh juga disampaikan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, di daerah Kopo, Bandung.

Moeldoko menyampaikan pendapatnya dalam diskusi bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (PT KCIC), PT Kereta Api Indonesia, serta perwakilan dari Kementerian Koordinasi Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian Perhubungan.

Moeldoko berpendapat bahwa peningkatan konektivitas harus dipertimbangkan dengan memperhatikan kenyamanan penumpang Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan kursi di kereta feeder saat sudah tiba di Padalarang.(BY)