Kampung Quran, Anak-Anak Sampai Orang Tua Ikut Belajar Ngaji di Pasaman

Kampung Alquran di Pasaman.
Kampung Alquran di Pasaman.

“Tahun ini sudah ada 6 kelompok di Kampung Muaro, 3 kelompok di Sungai Lolo dan 2 kelompok lagi di Jorong Pintuai. Totalnya 11 kelompok dengan jumlah 433 orang,” papar H. Maswir.

Kampung Quran Muaro Sungai Lolo mengadakan berbagai kegiatan rutin, berupa maghrib mengaji, Majelis Quran, Tarbiyatul Qur’an, Tahfizd Qur’an, Takhyah dan Saritilawah.

“Keinginan tidak sekedar kampung qur’an, namun lebih dari itu, Nagari Muaro Sungai Lolo menjadi Kampung Penghapal Alqur’an,” tekad Maswir.

Sementara itu, KUA Mapattunggul Selatan, Syahrijal, SHI, MH tak kalah semangatnya. Disamping adanya dorongan dari Kemenag Pasaman, dirinya juga punya keinginan besar, untuk membina terlaksananya kampung quran Muaro Sungai Lolo.

“Setiap bulan kami melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap guru mengaji, serta terus memantau perkembangan hafidz dan hafidzah di masing-masing kelompok,” ujar Syahrijal.

Dikatakan Syafrijal, kampung quran perdana ini, diwacanakan menjadi ‘pilot project’ bagi Kemenag Pasaman, untuk di ‘scanning’ kepada kampung-kampung lainnya di kabupaten Pasaman.

“Harapan.kita, akan tumbuh kampung-kampung quran lainnya di Kabupaten Pasaman,” kata Pak KUA.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sabar AS menyerahkan sumbangan 120 Alqur’an dari Pemkab Pasaman dan Kemenag, ditambah bantuan dari Baznas Pasaman. (spa)