Padang Pariaman – Bencana alam yang berulang melanda Padang Pariaman, Sumatera Barat menjadi momentum bagi Bupati John Kenedy Azis untuk mengingatkan masyarakat agar tidak hanya meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana, tetapi juga melakukan introspeksi terhadap perilaku kehidupan.
Ia menyoroti berbagai persoalan sosial, mulai dari pelecehan perempuan, narkoba hingga kejahatan kriminal yang dinilainya perlu menjadi perhatian bersama.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati John Kenedy Azis saat menghadiri Apel Muhasabah Kebencanaan, Zikir dan Doa Bersama tingkat Kabupaten Padang Pariaman bertema “Menguatkan Ikhtiar, Menyatukan Doa, Memohon Keselamatan dan Perlindungan dari Bencana” di Pantai Arta Permai, Sungai Limau, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati mengingatkan bahwa kerusakan alam akibat ulah manusia juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu bencana.
“Mari kita introspeksi diri, memperbanyak istighfar dan memohon kepada Allah agar daerah kita dijauhkan dari segala bencana,” pesannya.
Ia juga mengajak ninik mamak, tokoh masyarakat, pemuda, bundo kanduang dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengayomi generasi muda serta menjauhkan lingkungan dari narkoba, kemaksiatan dan tindak kriminal.
Pesan serupa disampaikan penceramah H. Ilyas Tk. Bagindo, M.Pd. Dalam tausiyahnya, ia lebih jauh membahas hubungan perilaku manusia dengan datangnya peringatan, cobaan dan bencana.
Menurutnya, keimanan dan ketakwaan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa Allah menjanjikan keberkahan rezeki dari langit dan bumi bagi kaum yang beriman dan bertakwa.
Ia mengajak masyarakat menjauhi perbuatan maksiat, zina dan kejahatan kriminal sebagai bagian dari upaya memperbaiki kehidupan sosial.
Sementara itu, prosesi muhasabah, zikir dan doa bersama dipimpin Nurdin Tk.Sutan, S.Pd.I., dengan harapan Padang Pariaman senantiasa mendapat perlindungan dan dijauhkan dari bencana.
Kepala Satuan Pelaksana BPBD Padang Pariaman, Emri Nurman, melaporkan bahwa kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat di tengah berbagai bencana yang pernah melanda daerah itu.
Mulai dari gempa bumi 2009 hingga banjir dan tanah longsor pada akhir 2025 beserta bencana susulannya. “Semoga melalui kegiatan ini, daerah kita dijauhkan dari bencana,” harapnya.
Apel muhasabah tersebut dihadiri dari berbagai unsur, mulai dari ASN Pemkab Padang Pariaman, instansi vertikal, Forkopimda, Ketua DPRD, organisasi kepemudaan, Bundo Kanduang, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), BKMT, camat hingga wali nagari se-Kabupaten Padang Pariaman.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap ikhtiar menghadapi ancaman bencana berjalan beriringan dengan penguatan keimanan, kepedulian sosial dan tanggung jawab menjaga lingkungan.(bay)







