Tekno  

Studi 16 Ribu Mahasiswa Ungkap Manfaat Larangan HP di Kelas

Ilustrasi. Studi di India menunjukkan pelarangan handphone di kelas meningkatkan fokus dan prestasi akademik mahasiswa.
Ilustrasi. Studi di India menunjukkan pelarangan handphone di kelas meningkatkan fokus dan prestasi akademik mahasiswa.

Jakarta – Pembatasan penggunaan telepon seluler selama kegiatan perkuliahan dinilai mampu membantu mahasiswa lebih berkonsentrasi dan meningkatkan capaian akademik. Kesimpulan ini diperoleh dari penelitian berskala besar yang melibatkan lebih dari 16 ribu mahasiswa di India.

Penggunaan handphone (HP) di ruang kelas kerap menjadi sumber gangguan dalam proses belajar. Suara notifikasi, getaran, hingga keinginan untuk memeriksa pesan dapat mengalihkan perhatian mahasiswa dari materi yang disampaikan dosen.

Untuk mengetahui dampak pembatasan perangkat tersebut, tim peneliti melakukan eksperimen dengan membandingkan mahasiswa yang dilarang menggunakan HP selama perkuliahan dan mahasiswa yang tetap diperbolehkan menggunakannya.

Penelitian ini melibatkan 16.683 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di negara bagian Odisha, India. Peserta dibagi secara acak ke dalam beberapa kelompok. Sebagian mahasiswa diminta menyimpan HP mereka di dalam kotak selama pelajaran berlangsung, sedangkan kelompok lainnya menjalani kegiatan belajar seperti biasa.

Selama satu semester, peneliti mengevaluasi sejumlah indikator, termasuk hasil ujian, tingkat kehadiran, dan pengalaman mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan. Pengumpulan data juga dilakukan melalui survei serta pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science dengan judul Phones impede learning: Evidence from a massive phone-free classroom experiment.

Peneliti Andreas Bjerre-Nielsen dari University of Copenhagen menjelaskan bahwa perdebatan mengenai penggunaan HP di ruang kelas selama ini belum banyak didukung oleh bukti eksperimental dalam skala besar.

Melalui penelitian tersebut, timnya menemukan bahwa meniadakan penggunaan HP selama perkuliahan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran.

Mahasiswa Lebih Fokus, Nilai Akademik Meningkat

Hasil eksperimen memperlihatkan bahwa mahasiswa yang tidak menggunakan HP saat mengikuti pelajaran memperoleh hasil akademik lebih baik dibandingkan peserta yang tetap diperbolehkan mengakses perangkat mereka.

Menurut peneliti, manfaat kebijakan tersebut bahkan dinilai sebanding dengan dampak sejumlah kebijakan lain yang bertujuan meningkatkan standar pendidikan.

Peningkatan prestasi terlihat lebih menonjol pada mahasiswa yang sebelumnya memiliki capaian akademik rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pembatasan HP berpotensi membantu memperkecil perbedaan hasil belajar di antara mahasiswa.

Bjerre-Nielsen menilai temuan tersebut penting karena kebijakan pembatasan perangkat digital bukan hanya berpotensi meningkatkan hasil belajar secara keseluruhan, tetapi juga dapat membantu mengurangi kesenjangan prestasi akademik.

Dengan kata lain, mahasiswa yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mencapai hasil belajar optimal berpeluang memperoleh manfaat lebih besar ketika gangguan dari penggunaan HP dapat dikurangi.

Gangguan Selama Perkuliahan Ikut Berkurang

Dampak kebijakan tersebut tidak hanya terlihat dari hasil ujian. Peneliti juga menemukan berkurangnya perilaku yang mengganggu kegiatan belajar serta percakapan yang tidak berkaitan dengan materi perkuliahan.

Perubahan lainnya terlihat pada kebiasaan para pengajar. Ketika penggunaan HP dibatasi di ruang kelas, dosen juga cenderung mengurangi pemakaian perangkat tersebut selama proses pembelajaran.

Situasi ini dinilai dapat menciptakan suasana perkuliahan yang lebih kondusif, sehingga perhatian mahasiswa maupun pengajar lebih terarah pada materi yang sedang dibahas.

Menariknya, setelah merasakan manfaat pembatasan HP selama eksperimen, dukungan mahasiswa terhadap kebijakan tersebut juga meningkat.

Temuan ini menambah bukti dalam perdebatan mengenai aturan penggunaan telepon seluler di lingkungan pendidikan. Sejumlah negara dan institusi pendidikan masih mempertimbangkan apakah perangkat tersebut perlu dilarang, dibatasi, atau tetap digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran.

Meski memberikan hasil yang menjanjikan, peneliti mengingatkan bahwa eksperimen ini dilakukan pada mahasiswa perguruan tinggi di India. Karena itu, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui apakah kebijakan serupa akan memberikan hasil yang sama bagi siswa sekolah dasar maupun sekolah menengah.

Hasil studi ini menunjukkan bahwa pengelolaan penggunaan HP di kelas dapat menjadi salah satu langkah untuk menciptakan kegiatan belajar yang lebih terarah dan mendukung pencapaian akademik. Namun, penerapannya tetap perlu mempertimbangkan karakteristik peserta didik serta kebutuhan pembelajaran di setiap jenjang pendidikan.(BY)

Editor: Edwardi