Bos Chery Minta Maaf, 8.878 Omoda 5 Kena Recall

Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit.
Bos Chery Minta Maaf atas Lepasnya As Roda Omoda 5 Berujung Recall Hampir 9 Ribu Unit.

Jakarta – Pimpinan Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permintaan maaf menyusul insiden terlepasnya as roda belakang pada kendaraan Omoda 5 di Malaysia. Peristiwa tersebut menjadi perhatian otoritas setempat dan berujung pada penarikan kembali atau recall terhadap 8.878 unit kendaraan untuk pemeriksaan keselamatan.

Permintaan maaf itu disampaikan Yin dalam pidatonya pada World Intelligent Connected Vehicles Conference (WICV) yang berlangsung pada 21 Oktober 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui adanya kekhawatiran terkait kejadian yang melibatkan produk Chery di pasar Malaysia.

Yin juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani.

Ia menegaskan bahwa ekspansi perusahaan otomotif asal China ke pasar internasional harus dilakukan dengan pendekatan yang bertanggung jawab. Menurutnya, pengembangan bisnis di luar negeri tidak seharusnya hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi perlu dibangun melalui komitmen berkelanjutan.

Dikutip dari Sohu, Yin menekankan bahwa Chery ingin mengembangkan pasar internasional dalam jangka panjang dengan membangun fondasi bisnis yang kuat. Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati ketentuan hukum, regulasi, serta kebiasaan bisnis di setiap negara tujuan ekspansi.

Otoritas Malaysia Hentikan Sementara Persetujuan Tipe Omoda 5

Insiden terlepasnya as roda belakang Omoda 5 dilaporkan terjadi di Johor Bahru pada Oktober 2026. Kejadian tersebut mendorong Departemen Transportasi Jalan Malaysia atau Road Transport Department (JPJ) melakukan langkah pengawasan terhadap kendaraan tersebut.

Pada 11 Oktober 2026, JPJ memutuskan menangguhkan sementara Persetujuan Tipe Kendaraan atau Vehicle Type Approval (VTA) untuk Omoda 5. Kebijakan tersebut membuat pendaftaran kendaraan baru dengan model terkait dihentikan sementara hingga proses investigasi dan evaluasi risiko keselamatan selesai.

JPJ juga meminta Chery Malaysia melakukan penelusuran terhadap unit kendaraan yang berpotensi terdampak. Proses identifikasi dilakukan dengan mengacu pada nomor komponen, kelompok produksi, serta Nomor Identifikasi Kendaraan atau Vehicle Identification Number (VIN).

Pemeriksaan yang dilakukan otoritas Malaysia tidak hanya berfokus pada kendaraan yang mengalami insiden. JPJ turut mengevaluasi sejumlah aspek teknis dalam proses produksi dan perakitan, termasuk sistem pengendalian mutu, pemeriksaan hasil pengelasan, serta rantai pasokan komponen poros yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui penyebab permasalahan sekaligus memastikan tindakan korektif dan pencegahan yang diperlukan dapat diterapkan secara tepat.

Penangguhan persetujuan tipe kendaraan tersebut menjadi bagian dari proses penyelidikan yang masih berlangsung. Otoritas Malaysia ingin memastikan aspek keselamatan telah dievaluasi sebelum proses pendaftaran kendaraan kembali dilanjutkan.

Chery Tarik 8.878 Unit Omoda 5

Sebagai tindak lanjut atas persoalan tersebut, Chery Malaysia mengumumkan penarikan kembali 8.878 unit Omoda 5 pada 14 Oktober 2026. Program ini mencakup kendaraan varian C dan H yang masuk dalam cakupan penarikan.

Perusahaan meminta pemilik kendaraan memeriksa VIN masing-masing melalui informasi resmi mengenai program recall yang disediakan Chery Malaysia. Langkah tersebut bertujuan memastikan apakah kendaraan mereka termasuk dalam daftar unit yang perlu diperiksa.

Chery menyatakan pemeriksaan akan dilakukan terhadap kendaraan yang teridentifikasi berpotensi terdampak. Apabila ditemukan kebutuhan penggantian komponen, perusahaan akan melaksanakan perbaikan atau penggantian tanpa membebankan biaya kepada pemilik kendaraan.

Program penarikan kembali ini menjadi langkah penting untuk mengevaluasi kondisi komponen terkait sekaligus mengurangi potensi risiko keselamatan bagi pengguna kendaraan.

Meski demikian, penyebab teknis secara menyeluruh masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan yang dilakukan pihak terkait. Hasil evaluasi diperlukan untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai terhadap kendaraan dalam kelompok produksi yang terdampak.

Bukan Kali Pertama Omoda 5 Mengalami Recall

Permasalahan yang melibatkan Omoda 5 di Malaysia juga pernah terjadi sebelumnya. Pada 2024, Chery Malaysia mengumumkan penarikan kembali sekitar 600 unit kendaraan model tersebut akibat persoalan serupa yang berkaitan dengan komponen poros belakang.

Pada saat itu, perusahaan menjelaskan bahwa masalah tersebut berhubungan dengan kendala kalibrasi peralatan yang digunakan pemasok komponen.

Adanya penarikan kembali pada 2024 dan kejadian terbaru pada Oktober 2026 membuat pemeriksaan kualitas produk serta pengawasan terhadap pemasok komponen menjadi perhatian penting bagi Chery.

Di tengah upaya memperluas pasar internasional, insiden tersebut juga menjadi pengingat bagi produsen otomotif mengenai pentingnya menjaga standar keselamatan, konsistensi produksi, dan kepercayaan konsumen.

Pernyataan Yin Tongyue menunjukkan bahwa Chery menyadari pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan pasar luar negeri. Selain memperluas penjualan, perusahaan juga dituntut memastikan produk yang dipasarkan memenuhi ketentuan keselamatan dan regulasi di negara tempat kendaraan tersebut digunakan.(BY)