Kota Pariaman – Bencana bukan hanya menghancurkan rumah dan merenggut harta benda. Di balik kepanikan dan pengungsian, perempuan dan anak-anak juga menghadapi ancaman trauma psikologis hingga kekerasan berbasis gender.
Mengantisipasi risiko tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat menyiapkan 51 peserta melalui Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi relawan pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di lokasi bencana dan darurat.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, membuka langsung pelatihan tersebut di Aula Pertemuan RM Sambalado, Desa Simpang, Kecamatan Pariaman Selatan, Rabu (14/10/2026). Pelatihan ini menjadi langkah memperkuat kesiapsiagaan relawan agar mampu menghadapi dampak bencana, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan sosial.
Yota Balad menegaskan, perempuan dan anak-anak termasuk kelompok rentan yang berisiko mengalami trauma saat bencana maupun situasi darurat. Penanganan korban tidak boleh berhenti pada evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Dukungan psikologis serta perlindungan dari potensi kekerasan harus menjadi bagian penting dalam respons kebencanaan” kata Yota Balad.
Menurutnya,relawan terlatih harus mampu memberikan rasa aman, mendengarkan korban secara empatik, membantu memenuhi kebutuhan mendesak, serta menghubungkan mereka dengan layanan yang diperlukan.
“Kemampuan tersebut dinilai penting untuk mencegah kondisi psikologis korban semakin memburuk di tengah situasi darurat” sebut dia.
Yota Balad juga mengingatkan bahwa posko pengungsian harus menjadi ruang aman bagi semua korban, terutama perempuan dan anak-anak.
“Relawan diminta meningkatkan kemampuan dalam melakukan pencegahan dini, mengenali potensi kekerasan berbasis gender, serta memberikan perlindungan emosional kepada warga terdampak” harap Yota Balad.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi darurat.
“Jadilah relawan yang tidak hanya sigap dalam memberikan bantuan, tetapi juga mampu menghadirkan ketenangan, harapan, dan rasa kemanusiaan bagi sesama,” pesannya.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Plt. Kepala DP3AKB Kota Pariaman, Ika Septia Maulana, beserta jajaran sebagai narasumber, serta diikuti para relawan.
Melalui pelatihan ini, Pemko Pariaman berharap penanganan bencana semakin menyeluruh, dengan keselamatan fisik, kesehatan psikologis, dan perlindungan kelompok rentan sebagai prioritas.(mak)







