Kopi Krim Pasta Udang Viral di Vietnam

Sebuah kedai kopi di Hue, Vietnam menghadirkan sajian kopi dengan krim atau pasta fermentasi udang.
Sebuah kedai kopi di Hue, Vietnam menghadirkan sajian kopi dengan krim atau pasta fermentasi udang.

Jakarta – Kreativitas dalam meracik kopi kembali muncul dari Vietnam. Sebuah kedai di Kota Hue, TOC Gallery, memperkenalkan sajian yang tidak biasa karena memadukan kopi dengan krim berbahan mam ruoc, yakni pasta udang yang difermentasi.

Perpaduan tersebut sempat dianggap aneh karena pasta udang memiliki aroma dan cita rasa khas. Namun, menu yang terdengar tidak lazim itu justru berhasil menarik perhatian pelanggan dan membuat TOC Gallery semakin ramai.

Sejak menu tersebut diperkenalkan, jumlah pengunjung kedai dilaporkan meningkat sekitar 20 persen. Kini, kopi dengan krim pasta udang menjadi salah satu minuman unggulan yang dapat terjual hingga 50 gelas dalam sehari.

Untuk menikmati satu gelas minuman tersebut, pelanggan perlu membayar sekitar US$2,10 atau setara kurang lebih Rp38 ribu.

Terinspirasi Kuliner Khas Hue

Ide menciptakan kopi pasta udang datang dari salah satu pemilik TOC Gallery, Tran Ngoc Anh Tuan. Ia ingin membuat minuman yang tidak sekadar unik, tetapi juga merepresentasikan identitas kuliner Kota Hue.

Pasta udang fermentasi merupakan salah satu bahan makanan yang cukup akrab bagi masyarakat setempat. Karena itu, Tuan mencoba mengangkat bahan tersebut ke dalam sajian kopi.

Hue sendiri memiliki tradisi kopi dengan cita rasa asin. Kondisi tersebut membuat kombinasi kopi dengan bahan gurih seperti mam ruoc tidak sepenuhnya asing bagi lidah masyarakat lokal.

Mam ruoc dibuat melalui proses fermentasi udang laut bersama garam. Bahan tersebut banyak digunakan dalam masakan tradisional Hue dan menjadi salah satu elemen rasa pada berbagai hidangan lokal, termasuk sup mi daging sapi dan nasi kerang.

Menurut Tuan, karakter asin dari pasta udang justru dapat dipadukan dengan kopi. Ia menyebut bahan yang memiliki tingkat keasaman tinggi justru dapat mengganggu tekstur krim.

“Ruoc merupakan bumbu yang biasa ditemukan di dapur masyarakat Hue, tetapi sebelumnya belum pernah kami gunakan sebagai bagian dari minuman,” kata Tuan, seperti dikutip dari VN Express.

Eksperimen Selama Enam Bulan

Gagasan tersebut pada awalnya tidak langsung mendapat respons positif. Banyak yang menilai kopi dan pasta udang merupakan dua bahan yang sulit dipadukan.

Namun, Tuan bersama timnya tidak berhenti pada percobaan pertama. Mereka menghabiskan waktu sekitar enam bulan untuk mencari formula yang tepat sehingga aroma pasta udang tidak terlalu kuat dan tetap bisa menyatu dengan kopi.

Untuk menghasilkan rasa yang lebih ringan, pasta udang terlebih dahulu diolah bersama gula karamel dan krim. Hasil akhirnya kemudian disusun menjadi minuman dengan beberapa lapisan rasa.

Lapisan paling bawah terdiri dari susu yang dicampur susu kental manis. Setelah itu terdapat kopi hasil perpaduan biji arabika dan robusta.

Di bagian atasnya terdapat krim pasta udang, sedangkan permukaan minuman diberi taburan serutan ikan tuna kering.

Cara menikmati minuman ini juga dibuat berbeda. Pelanggan dianjurkan mencampurkan kopi dengan susu tanpa mengaduk bagian krim pasta udang. Minuman kemudian bisa diseruput dari sisi gelas sehingga krim perlahan bertemu dengan karakter pahit kopi.

Aroma Tak Sekuat Dugaan

Keunikan sajian tersebut membuat sejumlah pelanggan penasaran untuk mencobanya. Salah satunya Quoc Bao yang mengaku sempat membayangkan aroma pasta udang akan sangat kuat.

Namun, setelah mencicipinya, ia justru mendapatkan pengalaman berbeda. Menurutnya, aroma pasta udang ternyata tidak terlalu dominan.

“Kopi masih menjadi rasa utama, sementara sensasi asin baru terasa dan tertinggal setelahnya,” kata Bao.

Pengunjung lainnya, Bich Ngoc, juga awalnya tidak yakin bahwa pasta udang dapat berpadu dengan kopi. Rasa penasaran akhirnya membuatnya mencoba minuman tersebut.

“Saya sempat ragu karena tidak pernah membayangkan pasta udang bisa dipadukan dengan kopi. Setelah mencobanya, ternyata perpaduannya cukup menarik,” ujar Ngoc.

Kesuksesan menu tersebut menunjukkan bahwa eksperimen kuliner yang menggabungkan bahan tradisional dengan minuman populer dapat menciptakan daya tarik baru. Bagi TOC Gallery, kopi pasta udang kini bukan lagi sekadar percobaan, tetapi telah menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari pelanggan.(BY)